💥 Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dilaporkan sedang bersiap untuk meluncurkan yang telah lama dinantikan “Innovation Exemption” untuk saham tokenisasi secepat Jumat ini, 14 Agustus 2026. Kerangka regulasi besar-besaran, yang digerakkan oleh Ketua SEC Paul Atkins sebagai bagian dari “Project Crypto,” bertujuan memungkinkan versi berbasis blockchain dari saham AS untuk diperdagangkan dengan aturan yang lebih ramping dan lebih ringan.

Peluncuran yang berpotensi terjadi ini menyusul serangkaian penundaan pada awal Mei 2026 akibat penolakan dari bursa saham dan perusahaan publik terkait token pihak ketiga serta token sintetis. Kerangka kerja yang direvisi diharapkan mencakup beberapa perubahan struktural:

🌷Perdagangan On-Chain 24/7: Pengecualian ini dapat menempatkan saham unggulan AS berkapitalisasi besar seperti Apple (AAPL) dan Tesla (TSLA) di jalur blockchain, sehingga memungkinkan perdagangan sepanjang waktu dan integrasi dengan likuiditas DeFi.
🌷Kekuatan Veto Penerbit: Untuk mengatasi kekhawatiran perusahaan terkait pemungutan suara pemegang saham dan pelacakan dividen, aturan yang diperbarui diperkirakan akan memberi perusahaan publik hak untuk menolak pihak ketiga yang tidak berwenang ketika pihak tersebut melakukan tokenisasi atas saham mereka.
🌷Batasan (Guardrails) Berbasis AS: Sebagai upaya memperketat kontrol anti pencucian uang (AML), SEC kemungkinan akan mewajibkan platform perdagangan saham tokenisasi yang memenuhi syarat beroperasi sebagai entitas AS yang berbasis domestik.
🌷Hak Pemegang Saham Tetap Terjaga: Komisaris SEC Hester Peirce telah mencatat bahwa pengecualian ini akan difokuskan secara sempit pada representasi digital yang memberi investor hak-hak dan perlindungan yang persis sama di pasar sekunder seperti saham tradisional, dengan pengecualian eksplisit produk derivatif sintetis.

#SECMayUnveilTokenizedStockExemptionAsSoonAsFriday

$BGSC
$BTC