Amati pasang-surut pergerakan pasar; pasang naik dan surut—pada akhirnya tak lain adalah siklus bull dan bear;

Dalam ajaran berdagang, serakah, kebencian, dan keterikatan—namun pada akhirnya, hanyut dalam lautan hasrat.

Berpikir secara independen, menghormati logika, dan merangkul ketidakpastian!

▍Pembaharuan dokumen 8-K Strategy minggu lalu informasinya cukup besar:

Mereka pada periode 3 Agustus hingga 9 Agustus memproses 1.690 keping Bitcoin yang mereka pegang, sebagai imbalannya mereka menerima kas sebesar 108,6 juta dolar. Tujuannya sangat jelas: melakukan pembelian kembali 1.152.020 saham preferen STRC.

Jika Anda memperhatikan kinerja STRC, Anda akan tahu bahwa uang ini digunakan untuk “menutup celah”. Saat ini, saham preferen masih dalam kondisi lepas jangkar, berjarak sekitar 5% dari garis acuan 100 dolar. Untuk mengembalikan premi 5% itu, Strategy memilih menggunakan cadangan Bitcoin yang mendasarinya.

Irama saat beberapa kali melakukan penjualan ini sangat kuat:

Gelombang pertama adalah 3.588 koin, dengan harga rata-rata sedikit di atas 60 ribu;

Gelombang kedua: 1.638 koin, berhasil menghimpun kembali 105 juta yuan;

Gelombang ketiga adalah 1.690 koin kali ini.

Sampai 9 Agustus, jumlah Bitcoin yang masih ada di tangan mereka adalah 840.447 koin.

Banyak orang mengira aksi penjualan beruntun Strategy itu sedang bearish (bertaruh akan turun). Tapi menurutku ini lebih mirip manajemen likuiditas yang sangat matang.

CEO berani menyematkan label sendiri “bank sentral Bitcoin”, karena mereka punya kemampuan throughput seperti itu. Saat pertama kali mereka menjual 32 koin untuk mengantongi 2,5 juta dolar, respons pasar sangat ekstrem—karena saat itu semua orang belum pernah melihat konglomerat besar mengurangi kepemilikan. Sekarang mereka sudah menjual sampai 7.000 koin, dan orang-orang justru mulai terbiasa dengan model operasi seperti ini.

Strategy menganggap $BTC bitcoin sebagai katup pengatur pada neraca (balance sheet). Saat preferred stock “lepas jangkar”, mereka menjual koin lalu melakukan buyback; jika bitcoin naik, mereka mungkin akan menambah kepemilikan lagi. Gaya main ini mengubah risiko volatilitas bitcoin menjadi ruang arbitrase pada sekuritas perusahaan.

Strategi seperti ini sebenarnya memberi contoh untuk banyak “hiu besar”: memegang koin bukan untuk bertahan sampai mati, melainkan supaya pada momen penting mereka punya amunisi untuk menjaga basis finansial yang lebih inti.

Pandangan global terhadap Bitcoin sedang berubah sekarang. Aksi “jual untuk menstabilkan” seperti yang dilakukan Strategy justru menunjukkan bahwa Bitcoin sudah keluar dari tahap awal yang hanya bisa dikumpulkan dan tidak bisa digerakkan.

▍ Momen “meledak naik” Bitcoin masih jauh—

Pendiri situs data kripto CryptoQuant, @ki_young_ju, berpendapat bahwa: permintaan BTC saat ini terutama datang dari futures, sementara spot masih di bawah level air—ini adalah contoh典型 dari false reversal (pembalikan semu).

Kalau dilihat seperti “mengukir di kayu” (kuno: melihat posisi lalu menganggap tetap), lonjakan 24 Sep, 25 Apr, dan 25 Jul memang benar: demand futures + demand spot sama-sama berbalik menjadi positif. Untuk gelombang di Apr 26 pada 66.000–82.000, kebutuhan dari spot terus berada di bawah level air; lalu big pie kembali jatuh ke 63.000.

Aku berpikir: kenapa spot lebih bisa mengonfirmasi sinyal pembalikan?

① Kontrak adalah “kebutuhan yang bisa dibalik” (reversible): saat posisi long dipukul, bisa kapan saja beralih ke posisi short, dan order meledak (爆单) akan menekan kebutuhan.

② Spot benar-benar mengonsumsi pasokan BTC: kontrak hanyalah data dari bursa. Misal pasar punya 100.000 BTC antrian jual, maka saat kamu membuka kontrak, kamu tidak bisa menghabiskan bagian itu.

💬(ruang obrolan trading)

--- Apa batas tertinggi dari dunia trading?

Apakah ini soal teknis? Bukan. Apakah ini soal “mencapai pencerahan”? Bukan. Apakah ini soal memprediksi masa depan? Bukan juga.

Kalau harus merangkum dengan satu kalimat, aku akan bilang: itu adalah rasa santai.

Banyak orang mengira keadaan terbaik trader adalah sedang bersemangat. Tapi kalau kamu benar-benar mengenal beberapa trader yang hidup lama, menghasilkan lama, dan melewati siklus bull-bear, kamu akan menemukan fenomena yang sangat tidak sesuai akal sehat: sebagian besar waktu mereka tidak punya banyak emosi.

Tidak bersemangat, tidak juga heboh, bahkan agak membosankan. Dari tampilannya tidak seperti trader, lebih mirip kakek pensiunan: minum teh, jalan santai, lihat berita. Ada pergerakan? Lihat saja. Kalau tidak ada, tutup komputer. Saat akun berfluktuasi sampai ratusan ribu, sepertinya itu tidak ada hubungannya dengannya.

Banyak orang yang pertama kali melihat tipe orang seperti ini akan punya satu ilusi: apa dia tidak mampu? apa dia tidak lagi bergairah? apa dia sudah tua? Baru kemudian sadar: bukan karena dia sudah tua, tapi karena dia berevolusi.

Pasar hanya memberi hadiah pada struktur. Dan orang yang benar-benar memahami kalimat ini, pada akhirnya akan mencapai satu keadaan: santai. Banyak orang bukan karena tidak mau berusaha, tapi karena terlalu berusaha. Setiap hari riset belasan jam, pagi lihat, siang lihat, sore pantau, malam cari kabar baik atau kabar buruk. Pada akhirnya sadar—pasar sama sekali tidak peduli kamu sudah mengorbankan berapa banyak.

Apa batas tertinggi dari dunia trading? Apakah itu teknis? Bukan. Apakah itu pencerahan? Bukan. Apakah itu memprediksi masa depan? Lebih bukan lagi. Kalau harus merangkum dengan satu kalimat, aku akan bilang: itu adalah rasa santai.

Di balik rasa santai ada kognisi, ada sistem, ada disiplin, ada probabilitas, ada siklus, ada manajemen risiko, serta ada proses setelah berkali-kali mengalami rugi besar hingga akhirnya memahami cara kerja pasar.

Trading tidak pernah menjadi permainan kecerdasan, melainkan permainan kelangsungan hidup. Pasar tidak pernah menyaring orang yang paling pintar, melainkan orang yang paling mampu beradaptasi.

Jadi pada akhirnya kamu akan sadar: saat bertransaksi di akhir-akhir, bukan siapa yang lebih pintar yang dipertaruhkan, melainkan siapa yang lebih santai. Saldo hanyalah hasilnya, sedangkan rasa santai itulah penyebabnya.

Kalau ada kesempatan, lakukan; kalau tidak ada kesempatan, tunggu. Saat pasar ramai, tetap tenang; saat pasar panik, tetap jernih. Jika melakukan itu, kemungkinan besar dia sudah melewati salah satu pintu tersulit dalam trading.

Tujuan akhir trading bukan untuk mengalahkan pasar, melainkan menyelesaikan evolusi dirimu sendiri.

观潮Web3—

Bolak-balik bull-bear, niat awal tidak berubah; tidak serakah dan tidak gelisah, tetap maju mantap!