Para ahli dari Royal United Services Institute (RUSI) Inggris menemukan bahwa Korea Utara semakin sering menggunakan infrastruktur yang tidak terisolasi untuk pencucian uang kripto curian—bukan infrastruktur yang terpisah, melainkan jaringan keuangan kriminal yang sudah ada.

Jalur pergerakan dana mencakup layanan OTC, pedagang P2P, penukar ilegal, mixer, jembatan lintas-chain (cross-chain bridges), dan platform terkait penipuan (scam).

Menurut perkiraan, sejak Januari 2024 hingga September 2025, Korea Utara telah mencuri setidaknya $2,8 miliar aset virtual. Laporan tersebut menyebutkan bahwa dana ini secara langsung mendukung program senjata pemusnah massal. Para peneliti menekankan: tahap konversi ke mata uang fiat dipelajari lebih buruk dibandingkan pencucian di rantai (on-chain).
#Write2Earn $BTC $TRX $BNB