Dalam wawancara terbaru dengan (The Economist), Musk membahas sebuah penilaian yang sangat mengganggu:

Kira-kira 10 tahun dari sekarang, uang mungkin akan kehilangan makna seperti yang dimilikinya saat ini.

Bukan berarti uang menghilang begitu saja, melainkan karena barang dan layanan yang ada di balik uang—bisa jadi melimpah hingga tidak lagi langka.

Uang bukanlah kekayaan, melainkan alat ukur kelangkaan

Yang benar-benar kita butuhkan bukanlah uang itu sendiri, melainkan apa yang bisa dibeli oleh uang:

Makanan, tempat tinggal, transportasi, hiburan, dan berbagai layanan.

Kita membutuhkan uang karena hal-hal ini terbatas dan tidak bisa disuplai tanpa batas.

Tapi jika di masa depan AI dan robot dapat memproduksi barang dalam jumlah besar serta menyediakan layanan, sehingga barang melimpah dan tidak habis-habis, maka pentingnya uang tentu akan menurun.

Logika Musk adalah:

Nilai uang dibangun di atas kelangkaan. Jika kelangkaan hilang, makna uang juga akan berubah.

Masalah di masa depan mungkin adalah deflasi, bukan inflasi.

Inflasi masa lalu biasanya terjadi karena uang bertambah banyak, tetapi pertumbuhan barang tidak mengikutinya.

Masa depan mungkin juga terjadi skenario lain:

AI membuat produksi barang dan layanan meningkat secara besar-besaran, dengan laju pertumbuhan yang melampaui pasokan uang.

Hasilnya adalah:

Barang semakin banyak, harga semakin rendah, pendapatan dan laba perusahaan mendapat tekanan, dan gaji juga bisa terdampak.

Menurut Musk, yang perlu benar-benar diwaspadai di masa depan adalah deflasi, bukan inflasi.

Dalam 5 tahun ke depan, AI mungkin melampaui total kecerdasan manusia secara keseluruhan.

Musk memperkirakan, dalam 5 tahun ke depan, kemampuan AI bisa melampaui total jumlah kecerdasan seluruh umat manusia.

Yang dimaksud di sini bukan melampaui satu jenius tertentu; AI bisa menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus, lebih cepat, biaya lebih rendah, dan tidak akan lelah.

Dia secara khusus menyebut pengembangan perangkat lunak.

Saat ini AI sudah bisa menyelesaikan banyak pekerjaan yang biasa dilakukan programmer. Ke depannya, mungkin AI akan sekuat mesin catur Stockfish—hingga manusia hampir tidak punya kesempatan untuk bersaing.

Yang paling pertama terkena dampaknya mungkin adalah pekerja kantoran.

Banyak orang di masa lalu mengira bahwa AI dan robot akan lebih dulu menggantikan pekerja yang mengandalkan tenaga.

Tapi penilaian Musk justru terbalik:

Duduk di depan komputer, pekerjaan mengolah informasi, mungkin akan terkena dampaknya lebih cepat.

Karena alur kerja banyak pekerjaan kantoran itu adalah:

Terima informasi, proses informasi, lalu keluarkan hasilnya.

Itulah hal yang paling dikuasai AI.

Sebaliknya, pekerjaan seperti memindahkan barang, mengencangkan baut, memperbaiki perangkat, merawat pasien, dll., menuntut robot benar-benar masuk ke dunia fisik, dan dalam waktu dekat tidak begitu mudah tergantikan.

Pekerjaan bisa berubah menjadi sebuah pilihan

Jika AI dan robot dapat menyediakan cukup banyak barang dan layanan, orang mungkin tidak lagi perlu bekerja demi bertahan hidup.

Pekerjaan akan berubah menjadi sebuah pilihan:

Anda bisa bekerja karena minat, rasa pencapaian, atau nilai pribadi, atau Anda bisa memilih untuk tidak bekerja.

Musk memakai sebuah analogi sederhana:

Tidak ada yang wajib menanam sayur sendiri hari ini, tapi masih ada orang yang mau menanam sayur di halaman.

Pekerjaan masa depan mungkin seperti menanam sayur sendiri—bukan kebutuhan demi bertahan hidup, melainkan pilihan pribadi.

Pajak dan distribusi kekayaan juga akan berubah

Hari ini, mengapa perlu pajak dan redistribusi adalah karena sumber daya terbatas.

Pada dasarnya, itu adalah membagi kue yang ukurannya tidak cukup besar:

Sebagian orang bisa mendapatkan lebih banyak, sementara sebagian lainnya mungkin mendapat lebih sedikit, jadi perlu redistribusi melalui pajak.

Namun jika kue di masa depan cukup besar sampai bisa digunakan oleh semua orang, maka arti pajak, kekayaan, dan sistem distribusi akan berubah.

Kalau AI tidak bisa dihentikan, maka bergabunglah

Musk selama ini terus khawatir AI akan lepas kendali, bahkan pernah menyerukan agar perkembangan AI diperlambat.

Tapi sekarang, sikapnya berubah.

Dia percaya tren perkembangan AI dan robot mungkin sudah tidak bisa dicegah sepenuhnya.

Kalau tidak ada tombol “stop” yang benar-benar bisa diandalkan, maka hanya ada dua pilihan:

Duduk sambil ketakutan, atau bergabung dengan perubahan ini.

Sekarang dia lebih condong ke pilihan yang kedua.

Tentu saja, prediksi Musk belum tentu semuanya akan terwujud, dan juga belum tentu terjadi pada waktunya persis seperti yang dia katakan.

Tapi yang benar-benar perlu diperhatikan oleh orang biasa bukanlah apakah uang akan lenyap pada tahun 2036, melainkan masalah lain yang lebih nyata:

Dari mana Anda mencari uang sekarang?

Jika pekerjaan Anda terutama mengolah informasi, menulis teks, membuat tabel, atau menulis kode, maka AI sudah mulai mengubah nilai Anda.

Cara Musk mengambil kesimpulan patut dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang.

Ketika kemampuan yang paling langka mulai banyak ditiru oleh mesin, nilai pekerjaan, sumber kekayaan, dan aturan jalannya seluruh masyarakat semuanya akan didefinisikan ulang.