FlightAware Menggugat Kalshi Terkait Prediksi Pembatalan Penerbangan
FlightAware menggugat platform pasar prediksi Kalshi di pengadilan federal New York, menuduh perusahaan menggunakan merek dagang dan data penerbangannya tanpa izin untuk menjalankan pasar atas pembatalan penerbangan komersial.
FlightAware mengatakan Kalshi terus menawarkan kontrak acara yang digambarkan sebagai “diverifikasi oleh data FlightAware” meskipun telah berkali-kali diminta untuk menghentikan. Gugatan ini menuduh adanya pelanggaran merek dagang, pelanggaran kontrak, persaingan tidak sehat, dan kerugian reputasi.
Perusahaan tersebut berargumen bahwa pasar-pasar pembatalan penerbangan milik Kalshi dapat keliru mengaitkan FlightAware dengan aktivitas yang terkait perjudian, serta berpotensi menciptakan insentif untuk manipulasi. Ia memperingatkan bahwa trader secara teoritis dapat memperoleh keuntungan dengan mengganggu penerbangan, atau pekerja penerbangan bisa terdorong mengambil jalan pintas yang tidak aman agar penerbangan tetap sesuai jadwal.
FlightAware meminta agar penggunaan nama dan datanya oleh Kalshi dihentikan, dengan mengatakan pasar-pasar tersebut dapat merusak reputasinya dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan publik.
Perselisihan ini menambah tekanan hukum yang terus meningkat terhadap operator pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket, yang saat ini sudah berperang dengan regulator negara bagian mengenai apakah kontrak acara mereka termasuk perjudian ilegal.
Gugatan ini juga menyoroti kekhawatiran yang lebih luas tentang informasi orang dalam dan manipulasi dalam pasar prediksi, di mana peserta yang memiliki pengetahuan lebih dulu tentang suatu peristiwa mungkin bisa meraih keuntungan sebelum informasi tersebut menjadi publik.
Kalshi dan Polymarket bersama-sama menyumbang lebih dari 90% volume perdagangan pasar prediksi pada Q2 2026, dengan volume notional gabungan melebihi $90 miliar, menurut Predicted.