🇺🇸✈️ Trump meninggalkan Turki dengan penerbangan rahasia setelah ancaman Iran, sementara Air Force One berfungsi sebagai umpan

Ancaman yang dinilai kredibel terhadap Donald Trump membuat Amerika Serikat menggelar operasi yang tidak biasa untuk menyembunyikan lokasi presiden saat ia meninggalkan Turki, pada 8 Juli. Menurut Washington Post, Trump tampil di depan kamera saat naik ke pesawat Air Force One lama, namun beberapa menit kemudian ia diam-diam ditarik dari pesawat dan dipindahkan ke pesawat militer C-32A.

Operasi tersebut diduga menggunakan hingga satu truk katering dari bandara untuk mengeluarkan Trump dari pesawat tanpa menarik perhatian. Sementara jurnalis dan staf Gedung Putih melanjutkan perjalanan dengan Air Force One lama dengan keyakinan bahwa presiden berada di dalamnya, Trump terbang menuju Inggris dengan pesawat alternatif, ditemani oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

C-32A terbang dengan sandi/indikator diam-diam “RCH18”, dan sistem pelacakan publiknya dimatikan. Sementara pesawat yang membawa jurnalis sempat menggunakan sandi/indikator AF1, yang pada praktiknya berfungsi sebagai semacam umpan untuk menyembunyikan lokasi sebenarnya presiden. (The Washington Post)

Operasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Washington dan Teheran, serta menunjukkan tingkat kekhawatiran otoritas Amerika terhadap kemungkinan tindakan Iran terhadap Trump. Insiden ini juga mengungkap sejauh mana AS bersedia untuk melindungi presiden dalam situasi konfrontasi yang kian berbahaya dengan Iran. 🇮🇷⚠️
$TRUMP