SpaceX(NASDAQ: SPCX)berencana meluncurkan 29 satelit Starlink pada hari Senin dari Cape Canaveral. Roket pendorong Falcon 9 yang digunakan sebelumnya sudah menjalani 17 kali misi penerbangan. Peluncuran dijadwalkan pada pukul 10:49 waktu setempat di AS. Jika semuanya berjalan lancar, pendorong B1085 akan mendarat sekitar delapan menit kemudian di kapal pemulihan tanpa awak di Samudra Atlantik. Menurut standar SpaceX, penerbangan ke-18 ini sudah menjadi operasi rutin. Pendorong lain, B1067, baru saja menyelesaikan penerbangan ke-36 yang mencatat rekor pada bulan lalu. Rutinisasi seperti inilah yang menjadi dasar model bisnis komersial SpaceX. Dengan menggunakan kembali roket, alih-alih membuangnya setelah sekali pakai, perusahaan ini bisa menjalankan misi peluncuran lebih sering sekaligus menurunkan biaya per misi. NASA membuktikan bahwa penggunaan berulang itu mungkin dilakukan, tetapi belum mewujudkan biaya yang lebih rendah atau perputaran yang cepat. Wahana antariksa yang bisa digunakan ulang bukanlah konsep baru. Pesawat ulang-alik NASA dan pendorong roket padatnya berulang kali menjalankan misi penerbangan selama tiga dekade; pesawat ulang-alik Discovery sendiri menyelesaikan 39 misi, lebih banyak daripada jumlah penerbangan yang dicapai hingga kini oleh pendorong Falcon 9 mana pun. Masalahnya adalah perawatan pesawat ulang-alik selalu mahal dan memakan waktu lama. NASA pada awalnya membayangkan waktu perputaran dua minggu, tetapi tidak pernah berhasil di bawah 55 hari. Sementara itu, sebuah analisis lanjutan dari NASA memperkirakan biaya per peluncuran sekitar $1,5 miliar. Kini, biaya satu kali peluncuran Falcon 9 sekitar $74 juta. Perangkat keras yang telah teruji dalam penerbangan kini sudah menjadi hal yang lazim. Dalam dokumen yang baru diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), SpaceX menyatakan telah menyelesaikan sekitar 650 peluncuran ke orbit, dan lebih dari 540 di antaranya menggunakan roket Falcon yang sudah teruji penerbangan. Selama bertahun-tahun, membuat pendorong baru untuk setiap misi tidak lagi menjadi pola operasi rutin perusahaan itu. Akibatnya, ritme peluncuran ini tak tertandingi. Misi Starlink yang diluncurkan pada hari Sabtu dari California sudah merupakan penerbangan ke-92 Falcon 9 pada tahun 2026, sedangkan misi pada hari Senin akan menjadi penerbangan ke-93. Sebagai perbandingan, Eropa sejak 1970 hanya melakukan total 334 peluncuran ke luar angkasa. Pialang (trader) Kalshi memperkirakan SpaceX akan menyelesaikan 156 kali peluncuran tahun ini. China berusaha mendaratkan SpaceX, yang kini roketnya sudah bisa digunakan berulang.
Semoga kepemilikanmu sekuat tangan berlian, menembus siklus banteng dan beruang; semoga setiap penurunan menjadi peluang untuk menambah posisi, dan setiap gelombang kenaikan menyentuh titik tertinggi sepanjang masa. Dalam bunga berbunga waktu, biarkan kekayaan dan pemahamanmu tumbuh stabil bersama; HODL pada niat awal, dan tetap HODL untuk masa depan.🎁🎁🎁
🔥Siklus banteng logam mulia terlangka dalam 50 tahun—apakah koreksi ini peluang atau akhir dari tren?🔥
Laporan riset terbaru tentang logam mulia menyebutkan bahwa penurunan pada emas dan perak yang terjadi pada 2026 ini dikategorikan sebagai penyesuaian periodik dalam tren banteng jangka panjang, bukan sebagai berakhirnya “awal” gelombang besar pada 2025.
Per 7 Agustus, emas sempat menembus lebih tinggi hingga melampaui 4.350 dolar AS per ons, menciptakan rekor tertinggi dalam tujuh minggu. Sebelumnya, harga emas telah berhasil bertahan di kisaran 4.000–4.100 dolar AS. Permintaan lindung nilai dan sentimen dana di pasar pun mulai pulih.
Laporan tersebut mengajukan satu pertanyaan kunci: pada 2025, emas sepanjang tahun melonjak 64,58% dan perak meledak 147,95%. Setelah kenaikan yang begitu ganas, apakah penarikan tajam sepanjang tujuh bulan pertama 2026 menandakan pembalikan tren secara menyeluruh, atau sekadar penyeimbangan ulang pasar setelah posisi dana leverage dibersihkan?
Dari sisi data, pada penutupan 31 Juli, emas berada di 4.046,15 dolar AS per ons, turun 6,33% sejak awal tahun. Perak ditutup di 57,60 dolar AS per ons, turun 19,63% sejak awal tahun. Meski emas dan perak telah mengalami koreksi yang jelas sejak awal tahun, dibandingkan dengan harga setahun sebelumnya, keduanya tetap berada di level yang tinggi.
Bagi investor, fokusnya bukan pada apakah koreksi akan terjadi atau tidak, melainkan pada apakah logika jangka panjang yang mendasari siklus banteng sebelumnya telah berubah secara substansial.
Namun, kita juga harus tetap waspada: Di balik super bull market yang langka dalam 50 tahun, biasanya tersimpan benih-benih pasar beruang. Tidak ada aset di dunia yang hanya naik tanpa turun.
Ketika pasar berubah dari lindung nilai yang rasional menjadi kegilaan kolektif, saat harga dan ekspektasi jauh melampaui realitas fundamental, koreksi siklus pada akhirnya pasti datang.
Tidak dapat dipungkiri, nilai investasi jangka panjang dari emas tetap masih valid. Bisa untuk trading—yang dilihat adalah harga, bukan sekadar mengandalkan keyakinan. #emas