Blog Binance mempublikasikan artikel baru, mengungkap wawasan tentang komputasi kuantum dan potensi implikasinya bagi keamanan kripto. Artikel tersebut menjelaskan bahwa komputer kuantum tidak dapat merusak jaringan blockchain utama saat ini, termasuk Bitcoin dan Ethereum, namun industri sudah mempersiapkan transisi ke kriptografi pasca-kuantum di masa depan. Menurut Chief Security Officer Binance, Jimmy Su, risiko paling segera bagi pengguna kripto masihlah phishing, malware, social engineering, kredensial yang terkompromi, dan keamanan wallet yang buruk, bukan komputer kuantum. Artikel ini membahas lima pertanyaan umum tentang komputasi kuantum dan berfokus pada alasan mengapa isu tersebut penting sekarang meskipun bukan ancaman yang mendesak saat ini. Artikel ini juga mencatat bahwa riset terbaru telah mengubah perkiraan tentang seberapa besar daya komputasi yang mungkin dibutuhkan komputer kuantum di masa depan untuk memecahkan algoritma kriptografi yang banyak digunakan, yang menunjukkan ekosistem mungkin punya waktu lebih singkat daripada yang sebelumnya diperkirakan untuk bersiap. Pada Maret 2026, peneliti dari Google Quantum AI menerbitkan sebuah paper yang menyarankan bahwa komputer kuantum masa depan mungkin memerlukan sekitar 20 kali lebih sedikit sumber daya komputasi untuk memecahkan enkripsi yang melindungi Bitcoin dan Ethereum dibandingkan perkiraan sebelumnya, meskipun peningkatan tersebut berasal dari algoritma kuantum yang lebih efisien, bukan dari lonjakan kemampuan perangkat keras.
Bagi kebanyakan pengguna kripto, Binance mengatakan bahwa tidak ada kebutuhan untuk mengubah kebiasaan keamanan hari ini. Artikel tersebut menyatakan pengguna harus terus melindungi frasa pemulihan dan kunci privat, menggunakan perangkat lunak dompet tepercaya, menjaga perangkat lunak tetap diperbarui, serta menghindari penggunaan ulang alamat yang tidak perlu jika memungkinkan. Jimmy Su juga memperingatkan agar pengguna tidak terburu-buru masuk ke produk yang mengklaim ātahan kuantum,ā dengan mengatakan bahwa mencoba mempertahankan diri dari risiko masa depan terlalu cepat dapat menimbulkan lebih banyak masalah keamanan saat ini. Artikel tersebut menambahkan bahwa bagian tersulit untuk menjadi aman terhadap kuantum bukanlah menciptakan algoritma kriptografi pasca-kuantum, karena algoritma seperti itu sudah ada, melainkan memigrasikan seluruh ekosistem kripto secara aman. Peralihan itu memerlukan koordinasi di antara pengembang, penambang, operator node, bursa, kustodian, penyedia dompet, dan pengguna, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang dompet yang tidak aktif atau berpotensi hilang, serta berapa lama pengguna harus diberi waktu untuk bermigrasi. Binance mengatakan sedang memantau perkembangan kuantum, mengevaluasi standar keamanan pasca-kuantum, dan menyiapkan infrastrukturnya untuk transisi industri yang lebih luas, sambil menekankan bahwa tidak ada satu perusahaan pun yang bisa menyelesaikan tantangan ini sendirian. Artikel tersebut menyimpulkan bahwa komputasi kuantum mungkin akan mengubah keamanan digital di masa depan, tetapi fokus saat ini seharusnya tetap pada praktik keamanan yang kuat dan persiapan bertahap di seluruh industri.
