Trump membuka mulutnya selebar mungkin, Iran menghitung utang lama dan baru sekaligus. Secercah harapan yang baru muncul di Selat Hormuz ternyata kembali padam!
Harga minyak langsung meledak—minyak mentah Brent melonjak 5% pada hari Senin, menembus 88 dolar; futures solar Eropa bahkan lebih ganas, lonjakannya lebih dari 10%. Kabarnya kilang di Arab Saudi, Libya, dan Rusia ikut jadi sasaran pukulan datang bersamaan, membuat pasar ketakutan.
Trump di media sosial melontarkan daftar baru: bukan cuma Iran harus membayar kompensasi untuk bom pinggir jalan dan korban tewas akibat konflik, tetapi keluarga-keluarga dari para penindas yang menekan demonstran selama 50 tahun terakhir juga harus diberi uang. Lalu ia memasukkan pula utang buruk Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza, dan bahkan menyatakan bahwa permintaan ini harus dimasukkan ke dalam semua perundingan—jelas Iran mustahil menerimanya.
Iran langsung membalas dengan tegas: pembukaan kembali selat bisa saja terjadi, tapi Amerika harus lebih dulu menghentikan “aksi ilegal”, melakukan langkah meredakan, dan membayar kompensasi. Trump kemudian membantah dengan mengatakan “tidak pernah membahas soal kompensasi”, sambil tetap ngotot bahwa Hormuz “sekarang berada di bawah kendali Amerika”. Tapi siapa yang percaya? Iran lantas menunjuk faksi garis keras, RaisaI, untuk memimpin Dewan Keamanan Nasional, jelas siap mati-matian.
Pimpinan Partai Demokrat di Senat, Schumer, langsung mengamuk: begitu pertempuran ini sudah masuk, tak ada jalan untuk mengakhirinya. Dua kubu sudah saling membentur; soal kesepakatan? Dalam waktu dekat jangan mimpi. Harga minyak masih harus terus meroket; ke depan tinggal lihat siapa yang duluan tak sanggup. $DOS $BNB #金价升破4400美元创两月高位 #特朗普要求伊朗赔偿 #贝莱德加拿大推出比特币关联ETF
Menurutmu, operasi Trump kali ini benar-benar tegas, atau sedang menempatkan Amerika di atas bara? Tulis di kolom komentar! 🔥
Harga minyak langsung meledak—minyak mentah Brent melonjak 5% pada hari Senin, menembus 88 dolar; futures solar Eropa bahkan lebih ganas, lonjakannya lebih dari 10%. Kabarnya kilang di Arab Saudi, Libya, dan Rusia ikut jadi sasaran pukulan datang bersamaan, membuat pasar ketakutan.
Trump di media sosial melontarkan daftar baru: bukan cuma Iran harus membayar kompensasi untuk bom pinggir jalan dan korban tewas akibat konflik, tetapi keluarga-keluarga dari para penindas yang menekan demonstran selama 50 tahun terakhir juga harus diberi uang. Lalu ia memasukkan pula utang buruk Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza, dan bahkan menyatakan bahwa permintaan ini harus dimasukkan ke dalam semua perundingan—jelas Iran mustahil menerimanya.
Iran langsung membalas dengan tegas: pembukaan kembali selat bisa saja terjadi, tapi Amerika harus lebih dulu menghentikan “aksi ilegal”, melakukan langkah meredakan, dan membayar kompensasi. Trump kemudian membantah dengan mengatakan “tidak pernah membahas soal kompensasi”, sambil tetap ngotot bahwa Hormuz “sekarang berada di bawah kendali Amerika”. Tapi siapa yang percaya? Iran lantas menunjuk faksi garis keras, RaisaI, untuk memimpin Dewan Keamanan Nasional, jelas siap mati-matian.
Pimpinan Partai Demokrat di Senat, Schumer, langsung mengamuk: begitu pertempuran ini sudah masuk, tak ada jalan untuk mengakhirinya. Dua kubu sudah saling membentur; soal kesepakatan? Dalam waktu dekat jangan mimpi. Harga minyak masih harus terus meroket; ke depan tinggal lihat siapa yang duluan tak sanggup. $DOS $BNB #金价升破4400美元创两月高位 #特朗普要求伊朗赔偿 #贝莱德加拿大推出比特币关联ETF
Menurutmu, operasi Trump kali ini benar-benar tegas, atau sedang menempatkan Amerika di atas bara? Tulis di kolom komentar! 🔥
