🍎 Ada apa dengan Apple?

Jefferies menurunkan peringkat Apple menjadi Underperform dan menurunkan harga target menjadi $263,66 (harga saat ini $308).

Alasan utama — menurut data hasil pemeriksaan rantai pasokan, Apple diduga membatalkan rencana iPhone sepenuhnya berbahan kaca yang ambisius, yang bisa saja diperkenalkan pada 2027 untuk memperingati 20 tahun smartphone tersebut.

Penyebabnya adalah masalah pada produksi massal: persentase bodi kaca yang terlalu besar keluar dengan cacat, sehingga iPhone seperti itu menjadi terlalu mahal dan sulit diproduksi.

Dan di sinilah Apple menghadapi masalah yang tidak menyenangkan. Booming AI telah mendorong harga memori, sementara perusahaan membutuhkan lebih banyak DRAM untuk fungsi AI lokal di smartphone. Artinya, biaya produksi iPhone meningkat pada saat Apple belum menunjukkan produk AI yang cukup kuat yang membuat pembeli bersedia membayar jauh lebih mahal.

Karena itulah iPhone sepenuhnya berbahan kaca menjadi penting tidak hanya sebagai desain yang indah. Ia bisa menjadi alasan untuk menaikkan harga rata-rata perangkat dan sebagian mengimbangi komponen yang lebih mahal.

Selain itu, Jefferies menilai secara skeptis laju pengembangan Apple Intelligence, dan Apple sendiri sudah menguji memori dari perusahaan asal Tiongkok, CXMT, sebagai kemungkinan alternatif untuk pemasok yang lebih mahal.

Jadi, matematika untuk Apple saat ini cukup sederhana: harga memori naik = biaya produksi iPhone meningkat = harga sebaiknya dinaikkan = tetapi untuk itu perlu memberi pelanggan sesuatu yang cukup baru. Namun, untuk bagian yang terakhir ini sekarang lebih sulit.

Ironinya adalah selama bertahun-tahun Apple mendapat keuntungan dari markup premium. Kini markup premium tidak lagi ditetapkan oleh Apple, melainkan oleh para pemasok chip.

Mykyta Huppal | ProInvestasi

#Apple #AAPL #iPhone #AppleIntelligence #MemoryChips #DRAM #Jefferies #TechStocks #AIStocks #NickHuppal