Perundingan meja damai Amerika–Iran kembali berbelit: Iran menetapkan ganti rugi perang, pencabutan blokade laut, dan sanksi sebagai syarat bagi pembukaan penuh kembali Selat Hormuz. Trump pada 10 hari melakukan “pembalikan pencatatan”, menuntut Iran membayar kompensasi atas kerugian yang diderita pasukan AS selama puluhan tahun serta insiden protes, dan menginstruksikan perwakilan negosiasi agar memasukkannya ke dalam semua agenda lanjutan. Perselisihan kedua pihak bukan lagi sekadar soal persyaratan itu sendiri, melainkan urutan negosiasi tentang “siapa yang lebih dulu mengalah”, sehingga harapan pemulihan pelayaran selat dalam waktu dekat menjadi sangat tipis.

Akibat penundaan ini, pada Senin kontrak berjangka NYMEX WTI bulan teraktif CL naik 5,05% menjadi 82,13 dolar AS, sedangkan ICE Brent BZ naik 4,99% menjadi 87,72 dolar AS; minyak diesel berjangka Eropa melonjak lebih dari 10%.

Jangka pendek📈 cenderung bullish: operasi dengan arus rendah di selat + stok global menipis, premi risiko geopolitik dihargai ulang, dan sisi pasokan minyak menghadapi kendala berkelanjutan;

Jangka menengah–panjang📉 cenderung bearish: OPEC+ akan menaikkan produksi sebesar 188.000 barel/hari mulai September, permintaan sektor manufaktur global cenderung lemah, sehingga harga minyak sulit mempertahankan lonjakan tajam sepihak; tren besar diperkirakan berupa konsolidasi dengan volatilitas lebar di level tinggi, dengan kisaran wajar sekitar 65–85 dolar.

Kontrak berjangka gas alam NG turut terdongkrak📈 oleh kaitan risiko pelayaran Teluk Persia, tetapi kenaikannya dibatasi oleh musim permintaan yang cenderung lesu. Hingga perundingan damai AS–Iran benar-benar membuahkan hasil yang substansial, komoditas energi akan mempertahankan pola volatilitas tinggi: “geopolitik menjadi penopang, fundamental menekan”. #特朗普要求伊朗赔偿
$CL
$BZ