#BarrickMiningFalls8% 📉 Pada Senin, saham salah satu produsen emas terbesar di dunia, Barrick Mining, anjlok 8% setelah rilis laporan untuk kuartal kedua. Meski mencatat rekor produksi emas sebesar 796.000 ons dan pendapatan naik 44% year-on-year menjadi $5,29 miliar, perusahaan tidak memenuhi ekspektasi Wall Street: laba yang disesuaikan mencapai $0,82 per saham, sementara perkiraan adalah $0,94. Para investor tidak memaafkan “kelemahan” itu.
Penyebab utama penurunan:
1. Kenaikan biaya produksi. Meski harga emas tinggi, biaya terus meningkat: biaya produksi melesat hingga $1.993 per ons, dan biaya operasional—hingga $1.866. Penyebabnya adalah kenaikan harga bahan bakar, bijih yang lebih rendah kualitasnya di tambang Carlin dan Cortez, serta peningkatan royalti. Harga emas yang tinggi tidak mampu mengimbangi pertumbuhan biaya.
2. Kesepakatan dengan Newmont senilai $1,95 miliar. Investor menilai nilai pembayaran tersebut terlalu rendah. Newmont akan membayar Barrick $1,95 miliar sebagai bagian dari penyelesaian sengketa terkait Nevada Gold Mines. Ini membuka jalan bagi IPO aset-aset di Amerika Utara, tetapi pasar mengharapkan lebih.
Penurunan produksi di beberapa tambang, kenaikan pengeluaran, dan kesepakatan yang dinilai meragukan lebih dominan daripada poin positif. Saham turun 8%, hingga menyentuh rata-rata pergerakan 200 hari.

👉 Subscribe untuk ulasan saya!
#Gold #Trade 👇