Buku ini adalah catatan dan pernyataan nilai-nilai Sun Yuchen selama sepuluh tahun, juga merupakan buku yang ditujukan untuk para pemuda yang mendambakan terobosan dan mengejar kebebasan.
Penulis Sun Yuchen dengan pengalaman bangkitnya sendiri, secara terbuka memberi tahu kita:
Era ini, sekaligus kejam hingga membuat sesak, juga lembut hingga melampaui imajinasi.
Berikut tujuh kalimat inti yang saya temukan setelah membaca (beberapa kalimat yang paling sering dikutip dari seluruh buku):
1/ Ini adalah era yang paling kejam, selama kita sedikit lengah, semuanya akan hilang.
2/ Ini adalah era yang paling lembut, selama kita sedikit bertahan, kita akan menonjol.
3/ Dunia ini kejam, karena ia hanya melihat hasil. Bahkan jika seseorang berusaha sekuat tenaga, tetap saja bisa menutupi mata dengan rasa terharu yang murah terhadap diri sendiri.
4/ Dunia ini juga terasa lembut, karena era internet yang berkembang pesat mengakui nilai setiap orang, memberi kesempatan bagi semua orang untuk mewujudkan mimpi mereka secara bebas, mandiri, dan tanpa terikat oleh orang lain.
5/ Aku sangat percaya pada kekuatan diri sendiri. Aku tidak akan pernah hidup untuk orang lain, dan aku juga tidak pernah menuntut orang lain hidup untukku.
6/ Aku percaya pada kekuatan perjuangan; percaya bahwa sukses dan terobosan menembus kebekuan kelas sosial bisa dicapai melalui perjuangan pribadi—ini adalah hal paling bermartabat, paling layak dibanggakan di dunia ini.
7/ Aku percaya pada kekuatan kekayaan. Kebebasan finansial adalah syarat yang diperlukan untuk mewujudkan kebebasan dan kemandirian kepribadian. Kekayaan adalah kekuatan paling baik untuk mengubah dunia. Mengubah dunia, mulailah dari menghasilkan bahkan satu sen saja.
Lima poin berikut adalah gagasan paling tajam yang kudapat setelah menyelesaikan seluruh buku ini:
1/ Memilih secara aktif > menerima secara pasif
Kalau tidak memberontak, maka tak pernah benar-benar memiliki masa muda yang sesungguhnya.
Tolak stabilitas yang murahan, dan rangkul ketidakpastian dengan risiko tinggi dan imbal hasil besar.
Sebelum usia 30, jangan beli rumah, jangan beli mobil, jangan menikah—habiskan waktu, uang, dan tenaga sepenuhnya untuk pengembangan diri serta pertumbuhan pribadi.
2/ Berorientasi pada hasil & pemikiran berbasis pertambahan (incremental)
Dunia hanya menilai hasil, tidak peduli seberapa keras kamu berusaha.
Orang biasa mengincar stok (siapa yang sekarang punya rumah dan mobil), orang yang cerdas mengincar pertambahan (siapa kelak bisa menciptakan nilai yang lebih besar).
Bertanggung jawab pada hasil, buang rasa terharu pada diri sendiri, pertahankan fokus yang ekstrem.
3/ Kemandirian kepribadian dan kebebasan finansial
Kebebasan sejati = kemandirian kepribadian + kebebasan finansial.
Jangan hidup demi orang tua, pasangan, atau penilaian masyarakat.
Egoisme tidak salah. Definisikan ulang “egoisme”—agar dirimu menjadi kuat, barulah kamu mampu membuat dunia menjadi lebih baik.
4/ Era internet adalah jendela keuntungan terakhir bagi orang biasa
Zaman ini mengizinkan orang dari lapisan bawah untuk bangkit kembali, dan mengizinkan anak muda mendefinisikan aturan.
Selama kamu cukup keras kepala dan cukup gigih, dunia akan bersikap lembut kepadamu.
Namun selama kamu sedikit saja lengah, itu langsung akan menghancurkanmu.
5/ “Anti-konsensus” tentang orang tua, pernikahan, kota, dan dunia kerja
Berdamai dengan orang tua, tapi tidak perlu menuruti.
Jangan buru-buru menikah, apalagi jangan menikah hanya demi “stabilitas”.
Beijing, Shanghai, Guangzhou bukan pilihan, melainkan opsi wajib (kepadatan sumber daya dan peluang tertinggi).
Mahasiswa seharusnya mulai berwirausaha sedini mungkin, bukan mengejar “pekerjaan yang stabil”.
Sun Yuzeng berkata dalam kata pengantar/penyusunannya:
“Aku berbenturan dengan dunia ini lalu berdamai, akhirnya membentuk nilai-nilai milikku sendiri yang keras, jelas, dan punya sisi tajam.”
Buku ini bukan seperti “kaldu ayam”, melainkan laporan dari kubu minoritas yang tulus sekaligus tajam.
Ini akan membuatmu tidak nyaman, tapi juga bisa membuatmu di suatu larut malam, untuk pertama kalinya benar-benar bertanya pada dirimu sendiri:
Aku sebenarnya ingin menjalani hidup seperti apa?
Aku harus terus dibelenggu oleh “seharusnya”, atau berani memikul tanggung jawab penuh atas diriku sendiri?
Orang yang membaca buku ini, pada dasarnya akan terbagi menjadi dua jenis:
Satu merasa, “Terlalu ekstrem”, sementara yang lain diam-diam sudah memasang bendera: sebelum usia 30 jangan beli rumah, jangan beli mobil, jangan menikah.
Setelah kamu membaca buku ini, aku yakin kamu akan punya jawabanmu sendiri!