Laporan pekerjaan terbaru AS sudah dirilis, tetapi datanya justru menampilkan keanehan yang ekstrem—“bertentangan satu sama lain”. Pasar dibuat bingung karenanya, dan langkah selanjutnya dari The Fed juga menjadi semakin tidak jelas.
Penambahan pekerjaan anjlok, tetapi tingkat pengangguran justru menurun?
Pertama, kita lihat data pekerjaan nonfarm (NFP). Pasar sebelumnya memperkirakan penambahan 80 ribu orang, namun ternyata anjlok secara mengejutkan hingga hanya tersisa 23 ribu. Ini menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja bersih AS saat ini hampir berada dalam kondisi “pertumbuhan nol”. Namun bagian yang paling aneh adalah, di tengah berkurangnya kesempatan kerja secara besar-besaran, tingkat pengangguran justru turun dari 4,5% pada bulan November tahun lalu menjadi 4,1%.
Membongkar ilusi penurunan angka pengangguran
Mengapa pekerjaan menjadi lebih sedikit, tetapi tingkat pengangguran justru turun? Alasannya adalah “tingkat partisipasi angkatan kerja” mengalami penurunan drastis, dari 62,5% turun menjadi 61,4%. Ini berarti banyak orang langsung menyerah untuk mencari pekerjaan, dan dalam statistik resmi, orang yang tidak sedang mencari kerja tidak dihitung sebagai pengangguran. Hal ini menciptakan ilusi data penurunan pengangguran.
Resesi belum datang; perusahaan sedang membekukan perekrutan tetapi belum melakukan PHK
Meskipun data keseluruhan terlihat buruk, saat ini jumlah orang yang pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran sangat rendah, hanya sekitar 189 ribu orang. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan memang menghentikan perekrutan karyawan baru, tetapi tidak tega melakukan pemutusan hubungan kerja. Selama pasar belum meledak dengan gelombang PHK besar-besaran, kita belum benar-benar memasuki siklus buruk resesi ekonomi.
Laporan pasar kerja yang penuh kontradiksi ini membuat The Fed terjebak dalam dilema kebijakan. Berdasarkan pengalaman historis, pada tahun pemilihan paruh waktu yang penuh ketidakpastian seperti ini, apa pun keputusan The Fed pada rapat 16 September apakah akan menaikkan suku bunga atau tidak, saham AS berpeluang sangat tinggi mengalami koreksi ke bawah yang jelas sebelum akhir September.
Bagi para investor mata uang kripto dan saham AS, laporan ini adalah peringatan dini. Alih-alih sekarang mengejar kenaikan secara membabi buta, lebih baik siapkan uang tunai dan stablecoin. Ketika pada pertengahan hingga akhir September pasar mengalami koreksi tajam karena kekacauan data makro atau keputusan The Fed, inilah waktu terbaik untuk secara tegas menjalankan strategi “buy the dip” dan menata ulang posisi pada aset berkualitas saat harga turun.
