Ekspor tembaga dari Indonesia mengalami penundaan setelah fasilitas pengolahan (smelter) yang menyertainya di tambang raksasa Grasberg menghentikan operasinya pada akhir pekan karena kebocoran boiler. Menurut Sina Finance, orang-orang yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa pembeli di smelter Gresik diberi tahu bahwa pabrik tersebut akan menangguhkan operasional selama beberapa minggu ke depan untuk asesmen dan perbaikan.

Smelter Gresik mengolah bijih dari Grasberg, yang dimiliki bersama oleh pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc. Penghentian ini terjadi ketika pasar tembaga global semakin ketat, dengan harga berjangka tembaga acuan LME bertahan di atas $14.000 per metrik ton selama lima hari perdagangan berturut-turut dan menetapkan rekor. Grasberg di Papua, Indonesia, telah sebagian melanjutkan operasinya setelah produksi terdampak tanah longsor lumpur tahun lalu, tetapi produksi penuh mungkin tidak kembali hingga 2028.