Penelitian membuktikan: orang Tiongkok mengerjakan soal sampai merusak jantung
Pelajar Tiongkok yang lama berada di bawah tekanan belajar yang tinggi akan mengalami kerusakan pada tubuh yang permanen, tidak dapat dipulihkan, dan tidak bisa diperbaiki lagi seumur hidup
Denyut jantung saat istirahat (rHR) siswa Tiongkok setelah duduk jelas lebih tinggi daripada siswa Amerika, seolah-olah mereka disiksa. Lalu
Yang paling mengerikan datang: keseluruhan HRV siswa Tiongkok turun secara signifikan
HRV itu apa? Kamu bisa memahaminya dengan sederhana sebagai fungsi tubuhmu untuk melawan serangan jantung mendadak (sudden death)
Secara akademis: HRV adalah selang waktu di antara setiap detak jantung. Fleksibel atau tidaknya variasinya—maksudnya apa?
HRV tinggi: regulasi sistem saraf otonom lebih fleksibel, pemulihan tubuh lebih baik. Biasanya terlihat pada kondisi tidur cukup, olahraga yang lebih baik, dan tekanan lebih rendah—daya tahan lebih tinggi, dan tidak mudah mengalami kematian mendadak
HRV rendah: tubuh lebih dalam kondisi tegang, biasanya terjadi karena kelelahan, begadang, cemas, infeksi, konsumsi alkohol, latihan berlebihan, atau tekanan jangka panjang—lebih mudah terjadi kematian mendadak.
Berdasarkan ini, orang-orang di Tiongkok sekarang lebih mudah mengalami kematian mendadak: saat menyetir, mati mendadak saat menunggu, mati mendadak saat naik kendaraan, mati mendadak di stasiun, dan seterusnya. Kematian penyebabnya acak.
Kemungkinan besarnya adalah kamu dulu saat SMP/SMA disiksa oleh nilai rapor dari soal-soal, sampai tubuhmu mendapat kerusakan yang tidak bisa dibalik
Lalu ditambah lagi saat dewasa, kamu terus hidup dalam tekanan tinggi: KPR, 996, pendidikan anak, orang tua dengan NPD, dan sebagainya. Kalau dilihat begini, orang Tiongkok itu sangat tangguh—kalau orang Amerika mengalami paket hidup yang sama selama 30 tahun seperti neraka Asura, mungkin 80% bisa mati mendadak