Kabar Penundaan Dihancurkan! #黃仁勳親赴大摩 menggelar sesi tur langsung dengan teriakan: Pendapatan Nvidia per kuartal akan melesat menuju 10 miliar dolar AS

Menanggapi berbagai kabar berisik di pasar terkait sektor semikonduktor dan kemajuan chip AI, CEO Nvidia Huang Renxun baru-baru ini memimpin rombongan manajemen melakukan perjalanan ke California untuk menghadiri non-deal investor roadshow (NDR) yang digelar Morgan Stanley. Dengan sikap paling tegas, Huang memberikan penenang kepada pasar. Dalam pertemuan tersebut, Huang secara gamblang menegaskan bahwa pertumbuhan Nvidia bukan hanya tidak mencapai puncaknya, melainkan justru terus dipacu lebih cepat berkat dorongan kebutuhan yang semakin beragam.

Menanggapi rumor di Wall Street sebelumnya yang menyebut chip generasi berikutnya Rubin Ultra mungkin akan ditunda hingga pengiriman pada 2028, Huang secara langsung membantahnya saat rapat, sekaligus menegaskan bahwa produk baru akan dirilis sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada tahun depan. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan dan optimasi yang lebih unggul pada arsitektur sistem serta desain rak, tetapi keseluruhan timeline tidak mengalami keterlambatan yang berarti. Di saat yang sama, menghadapi tekanan persaingan dari para penyedia layanan cloud yang mengembangkan chip ASIC mereka sendiri, catatan rapat yang dirilis Morgan Stanley menunjukkan bahwa banyak pelanggan laboratorium AI yang awalnya sangat bergantung pada chip buatan mereka sendiri justru baru-baru ini meningkatkan secara signifikan porsi komputasi GPU Nvidia. Ini membuktikan keunggulan mutlak Nvidia dalam hal value for money serta biaya pelatihan dan inferensi.

Hal yang paling menggembirakan investor adalah, Huang mengungkapkan dalam pertemuan itu bahwa pendapatan Nvidia per kuartal sedang dengan cepat mendekati ambang batas 100 miliar dolar AS. Pernyataan langsung dari barisan terdepan dengan standar setinggi ini tidak hanya langsung meruntuhkan keraguan pasar soal kemajuan chip, tetapi juga mengumumkan ke pasar modal global bahwa raksasa perangkat keras AI tidak tergoyahkan sebagai penguasa yang dominan.