Pasar saham adalah tempat terbaik untuk melihat diri sendiri. Kejar harga tinggi terjadi karena keserakahanmu, menjual saat harga jatuh karena amarah dan ketakutanmu, all-in karena sifat berjudi dalam dirimu, dan terjebak dalam posisi rugi karena kamu tidak berani mengakui kegagalan. Setiap kali kamu melakukan transaksi adalah cerminan dasar dari kepribadianmu, dan setiap untung rugi adalah sebab-akibat dari takdirmu.
Ketika kamu tidak sering keluar-masuk, melainkan menunggu dengan sabar sampai kepastian muncul, kamu terbebas dari kegelisahan. Ketika kamu bersedia melewatkan seratus kesempatan demi menunggu saat yang benar-benar menjadi ritmemu, barulah kamu benar-benar memahami trading. Selama kamu tetap bersyukur, tidak serakah, tidak tergesa-gesa, punya kesabaran, dan berani mengakui kesalahan, kamu akan tahu bahwa trading saham bukanlah bakat, melainkan sebuah latihan batin.