⚠️Masih perlu diperhatikan juga!

Empat perusahaan asuransi jiwa terbesar di Jepang mencatat kerugian obligasi yang belum direalisasikan mencapai rekor 𝟵𝟲B dolar AS pada kuartal II tahun 2026. Ini merupakan kenaikan ke-7 kalinya secara berurutan, karena imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 30 tahun untuk pertama kalinya menembus angka 4% sejak obligasi tersebut diperkenalkan pada tahun 1999.

Ini adalah sinyal adanya kerapuhan struktural, dengan potensi penularan lintas aset. Lembaga keuangan Jepang adalah pemegang terbesar obligasi pemerintah Jepang—likuidasi paksa perusahaan asuransi jiwa akan memicu efek berantai melalui pasar obligasi, mengencangkan likuiditas global, dan memberi tekanan pada aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Kesamaannya dengan krisis obligasi pemerintah Inggris/LDI tahun 2022 sangat jelas: kenaikan imbal hasil memicu penjualan paksa, yang kemudian semakin menekan harga obligasi. Perhatikan tren pembatalan polis sebagai variabel pemicu.

$BTC berperan sebagai proksi risiko lintas aset—tekanan keuangan di Jepang mengencangkan kondisi likuiditas global, yang secara historis merugikan Bitcoin. Kerugian yang belum direalisasikan sebesar 96 miliar dolar AS adalah nilai terbesar yang pernah tercatat, dan pertumbuhan masih berlanjut pada kuartal ini.