Bitcoin baru saja memasuki salah satu perdebatan protokolnya yang paling banyak diawasi pada tahun 2026.
Pada blok 961.632, BIP-110 memasuki fase pensinyalan wajib. Proposal ini bertujuan untuk sementara membatasi jumlah data non-keuangan yang dapat disematkan dalam transaksi Bitcoin, termasuk muatan data arbitrer berukuran besar yang terkait dengan inskripsi dan penggunaan ruang blok serupa.
Namun ada masalah besar bagi para pendukung: dukungan penambang hanya sekitar 2,53%, jauh di bawah ambang batas 55% yang menandakan aktivasi.
Dukungan yang rendah itu segera menjadi signifikan. Rantai minoritas yang menegakkan BIP-110 sempat menghasilkan blok, tetapi gagal mengejar laju rantai utama Bitcoin. Laporan pada 9 Agustus menunjukkan bahwa cabang yang menegakkan tersebut sudah tertinggal jauh.
🔍 Apa Perubahan Sebenarnya dari BIP-110?
Proposal ini dirancang sebagai soft fork sementara. Aturan konsensusnya akan membatasi bentuk-bentuk tertentu dari data sewenang-wenang dalam transaksi Bitcoin, sambil tetap membuat transaksi keuangan normal berjalan seperti sebelumnya.
Menurut spesifikasi BIP, pembatasan tersebut dimaksudkan untuk tetap bersifat sementara, dengan batas ketinggian aktivasi maksimum yang ditetapkan pada 965,664, sekitar 1 September 2026.
⚠️ Mengapa Debat Ini Begitu Serius?
Ini bukan sekadar argumen teknis tentang data transaksi.
Pada intinya, BIP-110 mengangkat pertanyaan yang jauh lebih besar:
Siapa yang pada akhirnya memutuskan aturan Bitcoin — para penambang, operator node, pengembang, atau jaringan ekonomi yang lebih luas?
Para pendukung berargumen bahwa ruang blok Bitcoin yang terbatas seharusnya terutama digunakan untuk transaksi moneter. Para pengkritik berpendapat bahwa pengguna harus bebas menggunakan ruang blok untuk transaksi apa pun yang valid dan membayar biaya.
Perbedaan pendapat ini sudah menarik penolakan dari tokoh-tokoh penting Bitcoin, termasuk Michael Saylor dan Adam Back.
🚨 Apa yang Harus Dilakukan Pemegang Bitcoin?
Risiko terbesar tidak selalu berasal dari Bitcoin itu sendiri.
Jika muncul rantai yang saling bersaing, pengguna perlu sangat berhati-hati untuk transaksi yang melibatkan aset berpotensi hasil fork. BIP-110 tidak menyediakan perlindungan replay tradisional, sehingga transaksi yang ceroboh selama perpecahan rantai yang kontroversial dapat berpotensi menimbulkan risiko terkait replay.
Bagi pemegang BTC biasa, pendekatan paling aman adalah menghindari terburu-buru memanfaatkan peluang “free fork coin” apa pun dan menunggu situasinya menjadi lebih jelas.
📌 Inti Kesimpulannya
BIP-110 tidak hanya mengambil alih Bitcoin.
Data saat ini menunjukkan dukungan penambang yang sangat rendah, sementara rantai minoritas yang menegakkan BIP-110 kesulitan menjaga momentum. Namun, perdebatan itu sendiri jauh dari tidak bermakna.
Sejarah Bitcoin menunjukkan bahwa sengketa protokol bisa menjadi jauh lebih besar daripada masalah teknis awal.
Apakah BIP-110 akan meredup sebagai eksperimen rantai minoritas, atau bisakah pertarungan tata kelola menjadi uji konsensus besar berikutnya bagi Bitcoin?
#Bitcoin #BTC #BIP110 #BitcoinNews #CryptoNews #BitcoinUpgrade #BitcoinFork #Crypto

