Saat melakukan transaksi P2P di Binance, yang paling penting adalah menghindari salah transfer ke orang lain atau terlibat dalam transaksi dengan sumber dana yang tidak wajar. Anda perlu memperhatikan poin-poin ini:
1. Hanya bertransaksi di order P2P Binance
Jangan melakukan transaksi di luar lalu meminta Binance untuk membantu. Setelah membuat order, semua pertukaran dan pembayaran harus mengikuti order tersebut.
2. Periksa dengan tepat nama penerima/pengirim
Nama pada akun bank harus sesuai dengan nama yang ditampilkan Binance. Jika pembeli/penjual meminta untuk mentransfer ke rekening pihak ketiga, sebaiknya batalkan transaksi.
3. Jangan pernah klik “Sudah dibayar” sebelum Anda benar-benar melakukan transfer.
Sebaliknya, jika Anda menjual USDT, jangan release koin hanya karena pihak lawan mengirim foto bukti transfer. Anda harus memeriksa sendiri bahwa uang benar-benar masuk ke rekening bank.
4. Waspadai dana “menggantung”, transaksi palsu, atau chargeback.
Terutama jika pihak lawan mendesak Anda untuk segera melakukan release USDT atau mengatakan bahwa sistem perbankan sedang terlambat.
5. Jangan bertransaksi melalui Telegram/Zalo/Facebook atas undangan dari pihak lawan.
Kalimat seperti “batalkan order Binance lalu transaksi sendiri, saya bayar lebih mahal” adalah tanda risiko yang besar.
6. Simpan bukti
Simpan riwayat order, chat, bukti transfer, dan informasi akun bank sampai transaksi selesai.
7. Jangan pernah memberikan OTP, kata sandi, kode 2FA, atau informasi login Binance.
Binance atau pihak pembeli/penjual tidak memerlukan informasi tersebut untuk menyelesaikan P2P.
8. Jika terjadi sengketa: jangan sembarangan membatalkan order.
Pertahankan bukti dan gunakan fitur Appeal/Banding/Klaim pada order P2P.
Terutama jika Anda melakukan transaksi P2P dengan nominal besar, saya sarankan untuk lebih memperhatikan masalah sumber dana bank dan kemungkinan akun Anda diblokir/diperiksa oleh bank.
1. Hanya bertransaksi di order P2P Binance
Jangan melakukan transaksi di luar lalu meminta Binance untuk membantu. Setelah membuat order, semua pertukaran dan pembayaran harus mengikuti order tersebut.
2. Periksa dengan tepat nama penerima/pengirim
Nama pada akun bank harus sesuai dengan nama yang ditampilkan Binance. Jika pembeli/penjual meminta untuk mentransfer ke rekening pihak ketiga, sebaiknya batalkan transaksi.
3. Jangan pernah klik “Sudah dibayar” sebelum Anda benar-benar melakukan transfer.
Sebaliknya, jika Anda menjual USDT, jangan release koin hanya karena pihak lawan mengirim foto bukti transfer. Anda harus memeriksa sendiri bahwa uang benar-benar masuk ke rekening bank.
4. Waspadai dana “menggantung”, transaksi palsu, atau chargeback.
Terutama jika pihak lawan mendesak Anda untuk segera melakukan release USDT atau mengatakan bahwa sistem perbankan sedang terlambat.
5. Jangan bertransaksi melalui Telegram/Zalo/Facebook atas undangan dari pihak lawan.
Kalimat seperti “batalkan order Binance lalu transaksi sendiri, saya bayar lebih mahal” adalah tanda risiko yang besar.
6. Simpan bukti
Simpan riwayat order, chat, bukti transfer, dan informasi akun bank sampai transaksi selesai.
7. Jangan pernah memberikan OTP, kata sandi, kode 2FA, atau informasi login Binance.
Binance atau pihak pembeli/penjual tidak memerlukan informasi tersebut untuk menyelesaikan P2P.
8. Jika terjadi sengketa: jangan sembarangan membatalkan order.
Pertahankan bukti dan gunakan fitur Appeal/Banding/Klaim pada order P2P.
Terutama jika Anda melakukan transaksi P2P dengan nominal besar, saya sarankan untuk lebih memperhatikan masalah sumber dana bank dan kemungkinan akun Anda diblokir/diperiksa oleh bank.