Peringatan 81 Tahun Pengeboman Nuklir Nagasaki

Hari ini, 81 tahun lalu, bom plutonium “Fat Man” meledak dengan dahsyat, secara tak terduga mengubah takdir Nagasaki.

Bukan sasaran serangan yang telah direncanakan, namun karena faktor kebetulan seperti cuaca dan jarak pandang, kota pelabuhan ini terjun ke jurang kehancuran.

Kondisi geografis berupa lembah melemahkan gelombang kejut dalam skala yang lebih luas, tetapi membuat kehancuran di wilayah inti menjadi jauh lebih menyeluruh.

Gedung-gedung, sekolah, dan rumah sakit seketika berubah menjadi tanah hangus; tak terhitung banyaknya penyintas menghabiskan sisa hidup mereka dalam penderitaan akibat sisa paparan radiasi.

Sejarah yang tertulis jelas dalam dokumen, hingga hari ini dibaca tetap terasa menusuk—dingin dan kejam.

Waktu terus berlalu, namun risiko nuklir tidak pernah benar-benar pergi.

Hingga kini, di seluruh dunia masih ada lebih dari sepuluh ribu hulu ledak nuklir yang siaga. Konflik geopolitik, penyebaran teknologi, dan kesalahan penilaian manusia membuat ancaman nuklir semakin dekat dengan kita.

Apa yang disebut penangkal nuklir, perlahan sedang menaikkan probabilitas sesungguhnya terjadinya konflik nuklir.