Pendiri ARK Invest, Cathie Wood, mengatakan data pekerjaan terbaru AS terlihat mengkhawatirkan di permukaan, tetapi tren ekonomi yang lebih mendalam sedang bergeser menuju produktivitas yang lebih tinggi, adopsi AI yang lebih luas, serta kemungkinan tekanan deflasi. Menurut Odaily, Wood mengatakan faktor-faktor tersebut dapat menjadi tema utama di pasar ke depan.

Wood mengatakan defisit fiskal federal AS kini sekitar 5,6% dari PDB, mendekati level yang terlihat pada era Reagan pada 1980-an. Ia mengatakan bahwa jika produktivitas dan adopsi teknologi terus dipercepat seperti yang diperkirakan ARK, rasio tersebut bisa turun menjadi sekitar 5% pada akhir tahun, meskipun sebagian besar peramal menganggap target itu sulit dicapai.

Terkait inflasi, Wood mengatakan pasar sedang meremehkan risiko deflasi. Ia mencatat bahwa data inflasi terbaru tetap berada di bawah ekspektasi, dengan CPI Juni turun 0,4% secara bulanan, PPI turun 0,3%, dan core PCE naik hanya 0,1%. Ia mengatakan bahwa perusahaan yang tidak mengadopsi AI dan alat produktivitas mungkin menghadapi tekanan harga yang lebih besar serta risiko kompetitif.

Wood juga mengatakan ia tetap optimistis terhadap dolar AS. Ia mengatakan model data ARK yang berbasis pada data pasar prediksi Kalshi menunjukkan indeks dolar bisa naik menjadi 102,6 tahun ini. Ia menolak klaim bahwa modal asing sedang menjual aset AS dan mengatakan intervensi terbaru Jepang di pasar mata uang terutama melibatkan penjualan euro dan pembelian yen, bukan penjualan dolar.

Dalam pasar energi, Wood mengatakan terjadi pembentukan kelebihan pasokan minyak mentah global. Ia mengatakan keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC menyebabkan produksi mencapai level tertinggi sepanjang masa, dan penurunan harga minyak lebih lanjut dapat menambah disinflasi global.

Dalam investasi AI, Wood mengatakan kekhawatiran tentang adanya gelembung AI dilebih-lebihkan, dan pertumbuhan belanja modal saat ini mungkin mencerminkan tahap awal dari revolusi teknologi jangka panjang, bukan siklus spekulatif jangka pendek.

Dalam kripto, Wood mengatakan kinerja Bitcoin relatif terhadap emas sedang menstabil dan bahwa Bitcoin serta stablecoin dapat memperoleh manfaat paling besar saat komersial berbasis agen berkembang.