#bip110软分叉尝试启动
BIP‑110 di Blok 961632 secara resmi memasuki fase jendela paksa. Mengaktifkan UASF untuk mencoba soft fork, dengan target membatasi data apa pun di blockchain Bitcoin selama satu tahun, menekan aplikasi berbasis inskripsi seperti Ordinals, BRC‑20, Runes, dan sejenisnya, agar Bitcoin kembali pada fungsi utamanya sebagai mata uang.

Namun kenyataannya, dukungan sinyal dari para penambang di seluruh jaringan dalam jangka panjang tidak pernah mencapai lebih dari 3%, jauh di bawah ambang batas penguncian yang disyaratkan proposal sebesar 55%. Hampir semua kumpulan penambang besar tidak menyatakan dukungan, sementara hanya sedikit perangkat lunak node yang mendukung untuk memaksakan aturan tersebut. Akibatnya, jaringan terbelah (chain split) dan lahirlah sebuah chain hasil fork dengan pangsa hashrate yang sangat kecil, yaitu faksi minoritas.

Risiko terbesar dari fork ini adalah tidak adanya perlindungan replay bawaan. Satu transaksi tanda tangan yang sama dapat dieksekusi sekaligus pada dua chain. Pengguna biasa, jika secara gegabah melakukan transfer atau melepas turunan token dari fork tersebut, Bitcoin asli di main chain akan ikut terkonsumsi, sehingga menyebabkan kerugian pokok. Inilah inti mengapa para pengembang secara kolektif mengeluarkan peringatan risiko.

Dari sisi kondisi pasar, aset di jalur inskripsi mengalami kepanikan dengan tekanan jual, tetapi mayoritas hashrate, dompet, dan bursa tetap mengacu pada main chain Bitcoin versi aslinya. Chain faksi minoritas sulit memperoleh kendali dominan atas jaringan.

Strategi terbaik bagi pengguna biasa adalah tetap menunggu (wait and see). Selama masa jendela fork, usahakan untuk menghindari transfer BTC maupun aset inskripsi, serta menunggu dompet dan bursa merilis rencana penanganan resmi. Jangan berupaya melakukan arbitrase coin hasil fork; waspadai serangan replay yang dapat menimbulkan risiko terhadap dana pokok.
Peringatan risiko: Uraian di atas hanya merupakan pandangan pasar, bukan nasihat investasi.