Sengketa kepemilikan perbatasan dan kemungkinan besar akan pecahnya perang besar di Thailand ternyata juga dibarengi dengan aksi teror dan pemberontakan bersenjata yang terjadi hampir setiap hari di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. Sepanjang perbatasan, terdapat banyak sekali kelompok-kelompok etnis bersenjata yang beragam, serta kota-kota perbatasan Cambodia, Laos Myanmar, tempat para penipu online terbesar di dunia beroperasi, dan juga terselipnya Thailand di antara kekacauan politik Myanmar yang terus dilanda perang sipil terpanjang di dunia. Seorang taipan yang berusaha mengendalikan undang-undang mengenai jual-beli kepemilikan senjata akhirnya saat bermain golf justru terkena “aliran” energi gelap yang mengalir melalui tongkat golf yang ia angkat untuk memukul, sehingga ketika ia memukul, energi itu melesat naik, melayang ke jarak yang tidak lagi terlihat oleh siapa pun, membuat semua orang terkejut—meski tak ada yang menyadari soal energi yang telah mengalir masuk tersebut.
Dalam perjalanan pulang dari lapangan golf, ia merasa dirinya menjadi jauh lebih segar dan bersemangat, merasakan perubahan-perubahan yang belum pernah ia temui sepanjang hidupnya.
Saat menyetir, ia menyampaikan instruksi suatu rencana dengan sangat detail, lalu sambil tersenyum di atas kendaraan ia berkendara dan kembali ke rumah.
Seorang pria yang berpakaian rapi lengkap dengan setelan jas bergaya Barat sedang memulai pembicaraan menelepon untuk mengatakan bahwa ia harus mengurus suatu pekerjaan untuk sang taipan. Di ujung telepon lainnya, orang yang bicara adalah seorang perwira militer besar; setelah mengatakan “tenang saja” lalu menutup telepon. Saat ia menelepon lagi, orang yang menerima telepon tersebut terlihat jelas memiliki jajaran tanda pangkat pada bahu yang menunjukkan tingkat jabatan setara kapten polisi.
Di ruang kerja sang kapten polisi, dengan tubuh yang tegap dan padat berotot, ia memberikan semacam dokumen gulungan kertas ke seorang pria paruh baya yang berwajah kaku. Ia berkata bahwa ia tidak akan menerima kesalahan-kesalahan yang terjadi, tidak sedikit pun—seratus persen tidak ditolerir.
Di dalam sebuah pekarangan di sebuah kampung di Distrik Nonthaburi, Thailand, ia memanfaatkan kegelapan larut malam sebagai kesempatan untuk mendekat dan masuk ke dalam rumah tanpa diketahui. Ia masuk ke kamar tempat nenek dan kakek sedang tidur, mengambil pistol dan amunisinya, lalu keluar lagi. Di kamar lain, karena terbius obat tidur, seorang pemuda berusia 14 tahun yang sedang tertidur nyenyak ditutupi dengan selimut, lalu dipasangi suntikan pada lehernya. Sambil itu ia seperti mengucap mantra, bersuara dengan kata-kata yang terus-menerus. Pada saat itu, pemuda itu tampak mengalami perasaan-perasaan yang seperti mimpi—nyata dan seketika—mengalir di alam bawah sadarnya. Wajah-wajah orang-orang yang dulu pernah ia timpuki, orang-orang yang pernah ia hina, dan orang-orang yang pernah ia rendahkan serta tindas, semuanya muncul dengan jelas di alam bawah sadarnya di rumah pikirannya, seperti kuburan foto album.
Keesokan harinya, berita bahwa kakek dan nenek—guru-guru—dan banyak siswa satu sekolah tersebut telah ia tembak mati dengan senjata api, serta bahwa ia juga bunuh diri, diberitakan di laman-laman berita online dari seluruh negara di dunia dalam berbagai bahasa.
Erik X
