Mengapa AS Makin Lama Makin Mahal Saat Bertempur

Minggu lalu, alur situasi semakin jelas.

AS berbicara melalui Oman dan Iran, namun opsi yang ada di tangan tampak makin sedikit.

Penekanan militer masih bisa dilakukan, hanya saja setiap hari bertahan berarti yang terbakar adalah benar-benar emas perak.

Namun cara Iran justru jauh lebih hemat.

Drone, kapal cepat, gangguan di laut—dari awal sampai akhir—dirancang khusus untuk perang menguras.

Sebuah rudal pencegat berharga jutaan dolar untuk sebuah drone murah.

Belum lagi harus ditopang oleh kapal induk, pesawat tempur, dan seluruh sistem logistik.

Semakin dihitung, angkanya semakin terasa tidak cocok.

AS bisa menghancurkan banyak fasilitas Iran, tetapi tidak bisa menghapus fakta bahwa Selat Hormuz adalah kartu yang tak bisa dihilangkan.

Yang diinginkan Iran bahkan bukan penutupan penuh.

Selama mereka bisa sesekali membuktikan bahwa mereka sanggup mencapai kapal tanker, sanggup memasang ranjau, itu saja sudah cukup untuk mendorong naik premi asuransi, biaya pengiriman, dan premi energi.

Itulah kartu terbesar Iran.

AS mengandalkan kekuatan absolut, sementara Iran mengandalkan posisi geografis dan asimetri biaya.

Keunggulan di medan perang sulit diubah menjadi kemenangan mutlak.