Pada hari Selasa ini, pasar keuangan global mengalami penurunan tajam setelah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berasal dari ancaman tarif baru oleh pemerintahan AS. Dalam skenario ketidakpastian ini, pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio memperingatkan tentang keruntuhan tatanan moneter fiat, mencatat bahwa sistem saat ini yang didasarkan pada utang dan mata uang tradisional sedang hancur di hadapan aset-aset nyata.
Dampak peringatan ini sangat terasa di Wall Street, di mana indeks seperti Nasdaq dan Dow Jones mengalami kerugian signifikan, sementara Bitcoin berjuang untuk tetap di atas $90.000 di tengah penjualan besar-besaran aset berisiko. Sebaliknya, logam mulia seperti emas mencapai rekor tertinggi baru mendekati $4.740 per ons, mencerminkan rotasi besar-besaran modal menuju tempat aman karena ketidakpercayaan terhadap dolar dan euro.
Penerapan tarif yang diumumkan untuk Februari dan efeknya terhadap inflasi akan berada di bawah pengawasan pasar dalam beberapa hari mendatang, karena ini dapat memaksa bank sentral untuk mempertimbangkan kembali kebijakan moneter mereka. Jika stagnasi ekonomi berlanjut, analis Bitfinex menyarankan bahwa Bitcoin dapat mendapatkan kembali daya tariknya sebagai barometer likuiditas, asalkan dapat menyerap pasokan saat ini dan mengkonsolidasikan dasar yang kuat terhadap volatilitas makroekonomi.
Sumber:https://www.cnbc.com/2026/01/20/ray-dalio-fears-capital-wars-could-follow-trumps-actions-with-countries-dumping-us-assets.html
Penafian: Berita Kilat Ekonomi Crypto disusun dari sumber resmi dan publik yang diverifikasi oleh tim editorial kami. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi cepat tentang peristiwa yang relevan di ekosistem crypto dan blockchain. Informasi ini tidak merupakan nasihat keuangan atau rekomendasi investasi. Kami selalu merekomendasikan untuk memverifikasi saluran resmi setiap proyek sebelum membuat keputusan terkait.

