#usjulyjobsunexpectedlyfall

Ada data ekonomi yang membuat pasar merinding.
Dan ada data lain yang, secara paradoks, justru membuatnya bernapas lega.
Pada bulan Juli, Amerika Serikat kehilangan 23.000 pekerjaan, sementara para analis memperkirakan kenaikan mendekati 80.000. Selain itu, angka untuk bulan Mei dan Juni direvisi turun sebesar 103.000 posisi secara gabungan.

Tapi ini yang menarik:

šŸ“‰ Lebih sedikit pekerjaan
šŸ“‰ Pertumbuhan tenaga kerja lebih rendah
šŸ“‰ Tekanan agar The Fed menaikkan suku bunga menjadi lebih kecil

Karena itu Standard and Poor's dan $NDAQ.US bereaksi naik, sementara imbal hasil obligasi dan dolar mundur. Pasar mulai memperhitungkan bahwa Federal Reserve akan memiliki alasan lebih sedikit untuk memperketat kebijakan moneter pada bulan September.

Ini adalah skenario klasik: ā€œberita ekonomi buruk = kabar baik bagi pasarā€. Tapi saya akan berhati-hati dengan pembacaan tersebut.

Pengangguran turun sedikit menjadi 4,1%, meskipun partisipasi tenaga kerja juga turun menjadi 61,4%. Artinya, pasar tenaga kerja tidak berarti pasti membaik; sebagian dari penurunan pengangguran mencerminkan bahwa lebih sedikit orang yang berpartisipasi dalam angkatan kerja.

Saat ini saya akan memantau tiga hal: dolar ↓ → obligasi ↓ → ekspektasi The Fed ↓

Jika kombinasi ini terus berlanjut, pasar berisiko bisa tetap diminati.

Namun jika data berikutnya menunjukkan bahwa perlambatan tenaga kerja berubah menjadi perlambatan ekonomi yang lebih dalam, narasinya bisa cepat berubah.

Dan potongan teka-teki berikutnya akan menjadi kunci: inflasi.

Karena ekonomi yang melambat dengan inflasi yang terkendali adalah satu cerita. Ekonomi yang melambat sementara harga tetap tinggi adalah cerita yang sama sekali berbeda.