Pasokan Global M2 Naik $1 Triliun: Mengapa Bitcoin Belum Menguat? 🚨
Di tengah lonjakan besar sebesar $1 triliun pada pasokan uang global M2—sebagian besar didorong oleh injeksi likuiditas di Tiongkok (menyumbang sekitar ~80% dari lonjakan)—Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas terus menghadapi tekanan ke bawah.
Berikut alasannya mengapa lonjakan makroekonomi dalam likuiditas belum memicu penembusan (breakout) BTC secara instan:
Poin-poin Penting
Keterlambatan Pasokan Stablecoin: Aliran modal on-chain masih terbatas. Penciptaan dan permintaan stablecoin tertinggal, artinya likuiditas fiat segar belum benar-benar berubah menjadi daya beli kripto.
Hambatan Regulasi Tiongkok: Meski Tiongkok memasok mayoritas ekspansi M2 terbaru, pembatasan kripto yang ketat di tingkat lokal membatasi agar dana tersebut tidak langsung mengalir ke aset digital.
Ketidaksesuaian Waktu: Tren likuiditas makro (seperti ekspansi global M2) sering kali membutuhkan beberapa minggu hingga berbulan-bulan untuk meresap ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Yang Perlu Dicermati Berikutnya
Sampai pencetakan stablecoin kembali meningkat dan arus modal mengakselerasi ke pasar spot, Bitcoin bisa tetap rentan terhadap koreksi jangka pendek. Pantau baik-baik ekspansi kapitalisasi pasar US DT/USDC dan tren arus masuk ETF untuk konfirmasi sebenarnya bahwa terjadi pergeseran likuiditas! 📊
Disclaimer: Postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan.
#Bitcoin #BTC #CryptoMarket #MacroEconomy #BinanceSquare
$BTC