Penulis staf New Yorker, Evan Osnos, mengatakan bahwa Tiongkok mengambil pendekatan yang praktis terhadap AI, dengan cepat menerapkan teknologi tersebut di pabrik-pabrik dan berupaya memperluas penggunaannya ke pasar-pasar yang sedang berkembang, alih-alih lebih fokus pada kecerdasan buatan umum (artificial general intelligence), menurut Bloomberg.
