Logika A-Saham sekarang sudah benar-benar berubah. Dulu, ketika saham seperti bank dan sekuritas naik, indeks pasar pasti merah 100%. Bahkan, hanya dengan bank dan sekuritas (misalnya tarik indeks dengan Bank Industri dan Komersial/pertanian) pun bisa dengan cepat membalikkan warna indeks menjadi merah. Tapi sekarang sepenuhnya kebalikannya: ketika saham bank naik, indeks pasar justru menjadi hijau 100%. Kamu harus memberi tahu investor 5 tahun lalu—mereka pasti mengira kamu gila. Masalah logikanya sebenarnya terletak di mana? Karena kapitalisasi sektor teknologi sudah menginjak aset-aset “para tua” itu. Dan mereka naik-turun tanpa mengkhawatirkan nasib. Hingga penutupan pada 2026-08-07 (07 Agustus 2026): kapitalisasi pasar total sektor teknologi 23,1 triliun yuan; sektor perbankan 14,9 triliun yuan; sektor asuransi 2,8 triliun yuan; sektor sekuritas 4,5 triliun yuan; sektor minuman beralkohol (baijiu) 2,7 triliun yuan; sektor listrik 4,1 triliun yuan. Artinya, bank + asuransi + sekuritas hanya bisa menang tipis lewat skema “Tiga Pahlawan Melawan Lü Bu” untuk mengalahkan sektor teknologi. Kapitalisasi Changxin Technology 3 triliun yuan, SMIC 1 triliun yuan, Hon Hai/Industrial富联 1 triliun yuan, Cambricon 700 miliar yuan. Bahkan teknologi yang paling buruk pun punya kapitalisasi minimal 100 miliar; sementara “saham teknologi” dengan kapitalisasi sekitar 1 triliun yuan jumlahnya bak banjir. Setelah Tree/宇树科技 IPO, besar kemungkinan kapitalisasinya menembus 10 triliun yuan. Lalu bandingkan dengan “raja lama” seperti Bank of Communications/BICG—yang sudah puluhan tahun tercatat, kapitalisasinya cuma sekitar 2 triliun yuan; pemimpin asuransi China Life kapitalisasinya 1 triliun yuan; pemimpin sekuritas East Money kapitalisasinya 300 miliar yuan. Bedanya: saham-saham blue-chip yang menggerakkan indeks di pasar cuma ada beberapa, tapi saham teknologi itu tersebar di mana-mana. Yang namanya saja sudah mengandung kata “光” (optik), “电子” (elektronik), “科技” (teknologi), “存储” (memori), semuanya kapitalisasinya tidak akan di bawah 50 miliar. Sekarang para investor ingin menilai apakah pasar saham belakangan ini bagus atau tidak dengan acuan indeks Shanghai (SSE Composite), tapi sudah tidak mungkin lagi karena apakah ada orang yang menghasilkan uang sudah tidak bisa dinilai. Bahkan, sebagian besar harga saham riil dari aset “para tua” itu masih berada di sekitar 2600 poin, sementara beberapa saham teknologi kapitalisasinya sebenarnya setara dengan level sekitar 8000 poin. Jadi, ini sepertinya juga meniru distribusi kapitalisasi di pasar saham AS: “tujuh bersaudari” teknologi memimpin Nasdaq dan mendorong tren bull jangka panjang global. Sayangnya, apakah teknologi kita benar-benar “teknologi” yang sesungguhnya? Ini pertanyaan yang menyentuh inti jiwa. Perbandingan teknologi vs “para tua” itu ibarat: di sini ada 10 ekor gajah, di sana ada 1 gajah dan 1000 ekor harimau. Masalahnya: gajah di sini memang gajah besar yang nyata, tapi gajah di sana belum tentu nyata; sementara sebagian besar harimau justru kucing. Gelembungnya nyata, tapi apakah akan pecah—tidak tahu; kapan pecah—juga tidak tahu.