Ekuitas global mempertahankan nada risk-on selama pekan 3–8 Agustus karena data tenaga kerja AS yang lebih lemah mendorong imbal hasil Treasury turun dan menopang saham-saham berbasis pertumbuhan.
📈 Wall Street mencatat pekan terkuat sejak April, dengan S&P 500 naik sekitar 3,58% ke rekor tertinggi baru, Nasdaq Composite menguat 5,19%, dan Dow Jones melaju hampir 3%. Indeks MSCI All-World juga naik sekitar 2,4%, menandai pekan terkuat dalam tiga bulan.
🇺🇸 Katalis utama datang dari laporan ketenagakerjaan AS pada 7 Agustus, di mana payroll Juli turun 23.000 dibanding estimasi peningkatan sekitar 80.000. Pembacaan yang lemah, ditambah revisi ke bawah untuk bulan-bulan sebelumnya, menurunkan ekspektasi terhadap sikap Fed yang lebih hawkish, membuat imbal hasil Treasury turun dan mendukung valuasi saham.
💻 Modal berputar secara jelas menuju sektor-sektor pertumbuhan dan yang sensitif terhadap suku bunga. Teknologi Informasi naik sekitar 7,2% dan Material naik sekitar 5,6%, sementara Sektor Industri dan Konsumer Diskresioner juga tampil baik. Sebaliknya, Energi turun sekitar 3,3%, sementara Utilitas tetap relatif lemah.
📊 Keluasan pasar membaik karena saham-saham berkapitalisasi kecil juga ikut ambil bagian dalam reli, sementara VIX bertahan di sekitar 15. Ini menunjukkan kenaikan tidak hanya didorong oleh segelintir nama mega-cap, meskipun saham teknologi dan terkait AI tetap menjadi pemimpin utama.
🌍 Saham Eropa tetap kokoh, dengan STOXX 600 menguat sekitar 2% berkat laba yang mendukung dan sentimen risk-on yang lebih luas. Pasar Asia lebih beragam: China dan Hong Kong relatif tahan, sementara Korea Selatan mendapat tekanan dari saham-saham semikonduktor.
🔎 CPI AS pada 12 Agustus akan menjadi ujian besar berikutnya. Inflasi yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi terhadap prospek kebijakan yang lebih akomodatif dan terus mendukung saham-saham pertumbuhan, sementara kejutan ke atas dapat mendorong imbal hasil naik lagi dan menekan sektor-sektor yang valuasinya sudah mahal.
#GlobalEquities $NVDAB $AAPLB $AAPL.US
📈 Wall Street mencatat pekan terkuat sejak April, dengan S&P 500 naik sekitar 3,58% ke rekor tertinggi baru, Nasdaq Composite menguat 5,19%, dan Dow Jones melaju hampir 3%. Indeks MSCI All-World juga naik sekitar 2,4%, menandai pekan terkuat dalam tiga bulan.
🇺🇸 Katalis utama datang dari laporan ketenagakerjaan AS pada 7 Agustus, di mana payroll Juli turun 23.000 dibanding estimasi peningkatan sekitar 80.000. Pembacaan yang lemah, ditambah revisi ke bawah untuk bulan-bulan sebelumnya, menurunkan ekspektasi terhadap sikap Fed yang lebih hawkish, membuat imbal hasil Treasury turun dan mendukung valuasi saham.
💻 Modal berputar secara jelas menuju sektor-sektor pertumbuhan dan yang sensitif terhadap suku bunga. Teknologi Informasi naik sekitar 7,2% dan Material naik sekitar 5,6%, sementara Sektor Industri dan Konsumer Diskresioner juga tampil baik. Sebaliknya, Energi turun sekitar 3,3%, sementara Utilitas tetap relatif lemah.
📊 Keluasan pasar membaik karena saham-saham berkapitalisasi kecil juga ikut ambil bagian dalam reli, sementara VIX bertahan di sekitar 15. Ini menunjukkan kenaikan tidak hanya didorong oleh segelintir nama mega-cap, meskipun saham teknologi dan terkait AI tetap menjadi pemimpin utama.
🌍 Saham Eropa tetap kokoh, dengan STOXX 600 menguat sekitar 2% berkat laba yang mendukung dan sentimen risk-on yang lebih luas. Pasar Asia lebih beragam: China dan Hong Kong relatif tahan, sementara Korea Selatan mendapat tekanan dari saham-saham semikonduktor.
🔎 CPI AS pada 12 Agustus akan menjadi ujian besar berikutnya. Inflasi yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi terhadap prospek kebijakan yang lebih akomodatif dan terus mendukung saham-saham pertumbuhan, sementara kejutan ke atas dapat mendorong imbal hasil naik lagi dan menekan sektor-sektor yang valuasinya sudah mahal.
#GlobalEquities $NVDAB $AAPLB $AAPL.US