$XRP #IraqOilExportsFall75%
$MIRA
$SOL
Apa yang ada di balik #JatuhnyaEksporMinyakIraq75%:
Menurut sumber industri Reuters pada Maret 2026:
• Produksi anjlok: Produksi dari ladang minyak utama di bagian selatan Irak turun 70% menjadi hanya 1,3 juta bpd dari sekitar 4,3 juta bpd sebelum perang. Beberapa minggu kemudian turun lebih jauh sekitar 80% menjadi sekitar 800.000 bpd. 
• Ekspor anjlok lebih parah: Ekspor dari ladang selatan rata-rata sekitar 800.000 bpd dengan hanya dua kapal tanker yang memuat karena kapal tidak bisa bergerak melalui selat tersebut, turun dari 3,334 juta bpd pada Februari. Itu setara dengan penurunan sekitar ~75-76%. Laporan mengatakan ekspor dari sana diperkirakan akan berhenti total ketika tidak ada tanker baru yang bisa mencapai terminal. 
• Alasannya: Selat Hormuz diblokir karena perang Iran — digambarkan sebagai perang AS dan Israel melawan Iran. Ini adalah titik kemacetan vital yang membawa sekitar seperlima minyak dan LNG global. Ekspor Irak sekitar 93% minyak mentahnya melalui terminal-terminal Teluk Basra, jadi ia tidak punya tujuan lain. 
• Penyimpanan penuh: Pejabat mengatakan penyimpanan minyak mentah mencapai kapasitas maksimum/kritis dan sisa output hanya untuk kilang domestik, dengan Rumaila milik BP dan Zubair milik Eni yang diminta untuk mengurangi produksi. 
• Kenapa ini penting: Irak bergantung pada minyak mentah untuk hampir semua pengeluaran publik dan lebih dari 90% pendapatannya. Seorang pejabat senior menyebutnya "ancaman operasional paling serius yang dihadapi Irak dalam lebih dari 20 tahun." 
Hal ini juga memicu penurunan ekspor yang lebih luas di Timur Tengah — data menunjukkan ekspor dari 8 negara Teluk turun 61-71% pada pertengahan Maret dibanding Februari.
#IraqOilExportsFall75%
$MIRA
$SOL
Apa yang ada di balik #JatuhnyaEksporMinyakIraq75%:
Menurut sumber industri Reuters pada Maret 2026:
• Produksi anjlok: Produksi dari ladang minyak utama di bagian selatan Irak turun 70% menjadi hanya 1,3 juta bpd dari sekitar 4,3 juta bpd sebelum perang. Beberapa minggu kemudian turun lebih jauh sekitar 80% menjadi sekitar 800.000 bpd. 
• Ekspor anjlok lebih parah: Ekspor dari ladang selatan rata-rata sekitar 800.000 bpd dengan hanya dua kapal tanker yang memuat karena kapal tidak bisa bergerak melalui selat tersebut, turun dari 3,334 juta bpd pada Februari. Itu setara dengan penurunan sekitar ~75-76%. Laporan mengatakan ekspor dari sana diperkirakan akan berhenti total ketika tidak ada tanker baru yang bisa mencapai terminal. 
• Alasannya: Selat Hormuz diblokir karena perang Iran — digambarkan sebagai perang AS dan Israel melawan Iran. Ini adalah titik kemacetan vital yang membawa sekitar seperlima minyak dan LNG global. Ekspor Irak sekitar 93% minyak mentahnya melalui terminal-terminal Teluk Basra, jadi ia tidak punya tujuan lain. 
• Penyimpanan penuh: Pejabat mengatakan penyimpanan minyak mentah mencapai kapasitas maksimum/kritis dan sisa output hanya untuk kilang domestik, dengan Rumaila milik BP dan Zubair milik Eni yang diminta untuk mengurangi produksi. 
• Kenapa ini penting: Irak bergantung pada minyak mentah untuk hampir semua pengeluaran publik dan lebih dari 90% pendapatannya. Seorang pejabat senior menyebutnya "ancaman operasional paling serius yang dihadapi Irak dalam lebih dari 20 tahun." 
Hal ini juga memicu penurunan ekspor yang lebih luas di Timur Tengah — data menunjukkan ekspor dari 8 negara Teluk turun 61-71% pada pertengahan Maret dibanding Februari.
#IraqOilExportsFall75%