Ichimoku terlihat sederhana, tetapi sebenarnya ada 5 sinyal yang dibangun di atas data periode 9/26/52, dan awan saja bisa menipu Anda dengan sangat parah.

Banyak trader melihat harga bertahan di atas awan dan FOMO masuk ke $BTC , $ETH , atau $BNB seolah dukungan itu pasti. Risikonya adalah “dynamic support” bekerja sampai momentum berbalik, lalu awan yang sama berubah menjadi resistensi.

Saat ini, Awan Ichimoku masih bertindak sebagai dynamic support, sehingga setup-nya tetap konstruktif. Dalam bahasa yang lebih sederhana: selama harga tetap berada di atas awan, para pembeli masih memiliki struktur tren yang lebih bersih, dan penurunan ke dalam awan dapat memancing bid.

Namun ini peringatannya. Jika harga mulai ditutup (closing) di dalam awan, kejelasan tren turun dengan cepat. Terobosan yang bersih di bawahnya dapat menandakan momentum melemah, terutama jika garis Tenkan kehilangan garis Kijun atau awan di depan mulai menipis. Biasanya, di sinilah late longs dipotong (chopped up) atau dipaksa keluar dengan buruk.

Jadi, daripada menganggap awan sebagai magic entry, saya akan melihat bagaimana harga bereaksi di sekelilingnya: pantulan kuat, penggerusan lemah (weak grind), atau penurunan penuh. Yang mana yang Anda lihat di chart Anda sekarang?

#CryptoTrading #Ichimoku #AnalisisOnChain