Harga minyak baru saja menembus $83 per barel — dan bukan karena penawaran dan permintaan. Ini karena ketidakpastian.

Brent naik ke $83 saat ketegangan di Timur Tengah meningkat, namun kejelasan masih belum ada mengenai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian tunggal itu mendorong saham dan obligasi turun, dengan S&P 500 jatuh untuk hari kedua berturut-turut.

Menariknya, Dow tetap ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa baru pada minggu yang sama — bukti bahwa pasar tidak bergerak sebagai satu kesatuan saat ini. Sektor energi dan industri bereaksi terhadap risiko geopolitik yang nyata, sementara bagian lain dari pasar masih bertumpu pada kekuatan pendapatan perusahaan.
Ini persis jenis kondisi di mana berita utama bergerak lebih cepat daripada fundamental. Minyak naik bukan karena lebih banyak orang membutuhkannya — minyak naik karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi selanjutnya di Hormuz.

Apakah Anda memantau minyak, saham, atau kripto untuk menilai ke mana ketidakpastian ini akan berlanjut? 👇

$BTC