Wall Street baru saja menyalakan mesin pencetak uang.

Saham AS mencetak kenaikan sekitar $2,5 TRILIUN dalam nilai pasar minggu ini karena para pembeli kembali membanjiri aset berisiko.

Papan skornya gila:

S&P 500: +3,58% — penutupan rekor
Nasdaq: +5,19%
Dow: +2,96%

Apa yang menyalakan sumbu?

Harga minyak mendingin seiring meredanya ketegangan AS–Iran. Kinerja laba perusahaan tetap sangat kuat, dengan sekitar 85% dari perusahaan S&P 500 yang melaporkan melampaui ekspektasi analis. Lalu Jumat menghadirkan kejutan: AS secara tak terduga kehilangan 23.000 pekerjaan pada bulan Juli, dibanding perkiraan sekitar 80.000.

Biasanya, data pekerjaan yang buruk membuat pasar takut.

Kali ini Wall Street mendengar satu hal:

Kenaikan suku bunga The Fed mungkin makin sulit untuk dibenarkan.

Ekspektasi kenaikan pada September turun tajam, imbal hasil Treasury melemah, dan saham melonjak lebih tinggi.

Triliunan tercipta dalam hitungan hari.

Bagian yang menakutkan bukanlah seberapa cepat uang masuk ke pasar.

Melainkan seberapa cepat sentimen berbalik dari ketidakpastian menjadi euforia.

Apakah ini awal dari lonjakan besar berikutnya — atau justru jenis minggu yang membuat investor lupa bahwa risiko itu memang ada?