#USJulyJobsUnexpectedlyFall Pasar tenaga kerja AS memberikan kejutan yang tak terduga pada Juli 2026, ketika ekonomi justru kehilangan sekitar 23.000 pekerjaan sektor nonpertanian, bukan menambah pekerjaan seperti yang diperkirakan para ekonom. Ini menandai penurunan bulanan pertama dalam lima bulan dan memunculkan kekhawatiran baru mengenai kekuatan ekonomi AS.
Kelemahan tersebut terlihat terutama pada pendidikan pemerintah daerah, sektor hiburan dan perhotelan, ritel, serta aktivitas keuangan. Pada saat yang sama, beberapa sektor, termasuk layanan kesehatan, konstruksi, dan manufaktur, terus mencatat kenaikan pekerjaan yang moderat. Data ketenagakerjaan sebelumnya untuk Mei dan Juni juga direvisi secara signifikan lebih rendah, sehingga gambaran keseluruhan pasar tenaga kerja menjadi lebih lemah daripada yang semula dilaporkan.
Menariknya, tingkat pengangguran turun sedikit menjadi 4,1% dari 4,2%. Namun penurunan ini sebagian terkait dengan turunnya tingkat partisipasi angkatan kerja, yang turun menjadi 61,4%. Pertumbuhan upah juga melambat menjadi sekitar 3,2% year over year.
Data pekerjaan yang lebih lemah ini dapat memengaruhi ekspektasi terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pasar telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September setelah laporan tersebut. Namun, satu bulan yang lemah tidak selalu berarti ekonomi AS sedang memasuki resesi. Para investor akan memantau dengan saksama data ketenagakerjaan, inflasi, dan pengeluaran konsumsi yang akan datang untuk menentukan apakah kelemahan Juli bersifat sementara atau bagian dari perlambatan yang lebih luas.
Kelemahan tersebut terlihat terutama pada pendidikan pemerintah daerah, sektor hiburan dan perhotelan, ritel, serta aktivitas keuangan. Pada saat yang sama, beberapa sektor, termasuk layanan kesehatan, konstruksi, dan manufaktur, terus mencatat kenaikan pekerjaan yang moderat. Data ketenagakerjaan sebelumnya untuk Mei dan Juni juga direvisi secara signifikan lebih rendah, sehingga gambaran keseluruhan pasar tenaga kerja menjadi lebih lemah daripada yang semula dilaporkan.
Menariknya, tingkat pengangguran turun sedikit menjadi 4,1% dari 4,2%. Namun penurunan ini sebagian terkait dengan turunnya tingkat partisipasi angkatan kerja, yang turun menjadi 61,4%. Pertumbuhan upah juga melambat menjadi sekitar 3,2% year over year.
Data pekerjaan yang lebih lemah ini dapat memengaruhi ekspektasi terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pasar telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September setelah laporan tersebut. Namun, satu bulan yang lemah tidak selalu berarti ekonomi AS sedang memasuki resesi. Para investor akan memantau dengan saksama data ketenagakerjaan, inflasi, dan pengeluaran konsumsi yang akan datang untuk menentukan apakah kelemahan Juli bersifat sementara atau bagian dari perlambatan yang lebih luas.