Sudah lima tahun. Benjolan keras bernama inflasi—sudah lima tahun dicoba digerogoti tapi tak juga bisa digerakkan. Kesabaran para pejabat sedang menguap dengan kecepatan yang bisa dilihat. Bulan lalu baru saja ditahan agar tidak menaikkan suku bunga, eh di dalam negeri langsung meledak—kalangan muda berteriak memukul meja, “Segera naikkan.” Sementara kubu lama masih ngotot keras kepala, “Tunggu dulu.” Tapi suaranya makin lama makin lemah. Bahkan kejutan data nonfarm pada Jumat pekan lalu pun tak mampu menutup mulut mereka. Ekonom utama BNP menyatakannya terus terang: data ini bisa ditafsirkan dari sisi mana pun, tapi tekanan itu benar-benar sedang menyembur ke atas.

Sekarang semua orang menatap kartu terakhir sebelum September—laporan CPI akhir pekan depan pada hari Rabu. CPI Juni 3,5%, inti PCE 3,3%, sedangkan target 2% yang mereka dambakan, menurut prediksi resmi, baru bisa tercapai pada 2028. Tiga tahun? Siapa yang sanggup menunggu. Pihak oposisi Kashkari dan Logan langsung mengunci: kalau terus ditunda, nanti hanya ada jalan “obat keras”—ekonomi bisa diperlakukan sampai cacat. Namun anggota Dewan Cook juga tidak mau mundur: jika sekarang bergerak, pasar tenaga kerja yang duluan akan jadi korban. Perdebatan pun tak kunjung reda. $BNB $BTC $ETH #美国7月非农意外下降 #Alphabet拟发行250亿美元债券 #美元有望创两周最佳单日表现

Satu-satunya yang aneh adalah Ketua Wos yang seolah tak terjadi apa-apa—dari awal sampai akhir pura-pura tuli, tak memberi petunjuk arah sedikit pun, membuat pasar kebingungan. Slock dari Apollo langsung menunjuk titik—ini bukan lagi soal data, melainkan soal kredibilitas. Dari 2021 sampai sekarang, kapan inflasi pernah berada di bawah target? Wajahnya sudah dipukul sampai bengkak.

Akhir bulan di Jackson Hole, Wos tak bisa lagi bersembunyi. Nanti pada akhirnya—apakah akan menjatuhkan “isyarat merpati”, atau beralih jadi “elang”—dunia akan mengintip dan menunggu.

Tapi saya ingin tanya satu hal: kalau benar sudah sampai tahap itu, apakah Anda berani menurunkan suku bunga? Atau lubang yang sudah ditimbun selama lima tahun ini, pada dasarnya tak bisa ditutup hanya dengan beberapa kali kenaikan suku bunga?