Pendanaan ETH turun ke 0 tapi harga tetap hijau — apa yang sedang dikatakan pasar?
Data pada 03:15 UTC tanggal 08/08:
• BTC 64.932 USD (+0,93% dalam 24 jam) — rentang harian 64.166 – 65.391
• ETH 1.914 USD (+0,70% dalam 24 jam) — rentang harian 1.894 – 1.943
• Funding ETH perpetual: −0,0001% setiap 8 jam
Tiga angka ini bila digabung menceritakan sebuah kisah yang cukup jelas.
Harga naik tipis tapi funding hampir nol, bahkan sedikit negatif. Artinya kenaikan kali ini tidak didorong oleh leverage — tidak ada kerumunan long yang harus membayar biaya untuk mempertahankan posisi. Rentang harian juga sempit: BTC 1,9%, ETH 2,5%.
Kondisi pasar seperti ini biasanya kurang ramah bagi orang yang mengejar tren: breakout palsu banyak, dan stop sering disapu terus-menerus. Tapi justru terasa enak bagi dua kelompok lain:
— Orang yang akumulasi secara teratur, membeli sesuai jadwal daripada mengikuti emosi
— Trader yang memanfaatkan rentang (range), karena biaya tetap dibayarkan saat harga bergerak menyamping
Saya cenderung berada di kelompok kedua untuk ETH: pasang order di area bawah, lalu ambil untung bertahap di beberapa level, bukan menghabiskan semuanya di satu harga. Alasannya sederhana — ketika rentang sempit, menebak arah jauh lebih sulit dibanding sekadar bersabar untuk mendapatkan biaya.
Ini tidak berarti harga akan bergerak menyamping selamanya. Funding mendekati 0 dalam banyak kasus adalah fase kompresi sebelum satu pergerakan besar. Hanya saja selama masa kompresi, saya memilih mendapatkan bayaran untuk menunggu, alih-alih membayar biaya untuk menebak.
Kalau Anda sendiri berada di pihak mana — menunggu breakout, atau mengambil keuntungan dari pergerakan dalam rentang?
Data pada 03:15 UTC tanggal 08/08:
• BTC 64.932 USD (+0,93% dalam 24 jam) — rentang harian 64.166 – 65.391
• ETH 1.914 USD (+0,70% dalam 24 jam) — rentang harian 1.894 – 1.943
• Funding ETH perpetual: −0,0001% setiap 8 jam
Tiga angka ini bila digabung menceritakan sebuah kisah yang cukup jelas.
Harga naik tipis tapi funding hampir nol, bahkan sedikit negatif. Artinya kenaikan kali ini tidak didorong oleh leverage — tidak ada kerumunan long yang harus membayar biaya untuk mempertahankan posisi. Rentang harian juga sempit: BTC 1,9%, ETH 2,5%.
Kondisi pasar seperti ini biasanya kurang ramah bagi orang yang mengejar tren: breakout palsu banyak, dan stop sering disapu terus-menerus. Tapi justru terasa enak bagi dua kelompok lain:
— Orang yang akumulasi secara teratur, membeli sesuai jadwal daripada mengikuti emosi
— Trader yang memanfaatkan rentang (range), karena biaya tetap dibayarkan saat harga bergerak menyamping
Saya cenderung berada di kelompok kedua untuk ETH: pasang order di area bawah, lalu ambil untung bertahap di beberapa level, bukan menghabiskan semuanya di satu harga. Alasannya sederhana — ketika rentang sempit, menebak arah jauh lebih sulit dibanding sekadar bersabar untuk mendapatkan biaya.
Ini tidak berarti harga akan bergerak menyamping selamanya. Funding mendekati 0 dalam banyak kasus adalah fase kompresi sebelum satu pergerakan besar. Hanya saja selama masa kompresi, saya memilih mendapatkan bayaran untuk menunggu, alih-alih membayar biaya untuk menebak.
Kalau Anda sendiri berada di pihak mana — menunggu breakout, atau mengambil keuntungan dari pergerakan dalam rentang?