IvanaSPEAR, seorang manajer dana lindung nilai (hedge fund) terkemuka yang telah bekerja lebih dari sepuluh tahun, berpendapat bahwa:

2026 kemungkinan menjadi “puncak harga” untuk siklus penyimpanan NAND / DRAM kali ini.

Inti logikanya adalah, pada tahun 2026 ada tiga hal yang terjadi secara bersamaan:

HBM memperebutkan sumber daya produksi, ledakan AI Agent meningkatkan kebutuhan akan DRAM dan NAND, sementara kapasitas produksi baru belum dapat mengejar.

Ketiga hal ini bertemu, yang menjadi penyebab mendasar terjadinya kelangkaan pasokan dan kenaikan harga pada putaran kali ini.

Namun ketika memasuki tahun 2027, kapasitas produksi baru mulai tersedia, sehingga logika kenaikan harga ini mungkin tidak sekuat pada tahun 2026.

1. Mengapa HBM bisa menggeser penyimpanan biasa

Pertama, mari pahami tiga jenis penyimpanan ini:

HBM: digunakan GPU untuk membaca data dengan sangat cepat, dan merupakan produk penyimpanan yang saat ini paling langka serta paling menguntungkan di server AI.

DRAM: memori yang digunakan server saat menjalankan program.

NAND: bertanggung jawab untuk menyimpan data dalam jangka panjang; di dalam SSD, komponen utamanya adalah NAND.

Sekarang perusahaan AI gila-gilaan membeli GPU, yang mendorong lonjakan permintaan HBM.

Karena HBM masih lebih langka dan marginnya lebih tinggi, Samsung, SK Hynix, dan Micron semuanya memprioritaskan kapasitas produksi, peralatan, dan dana ke HBM. Namun, sumber daya yang dimiliki para produsen terbatas.

HBM sendiri adalah jenis DRAM kelas atas. Jika produsen memproduksi lebih banyak HBM, sumber daya yang tersisa untuk DRAM biasa tentu menjadi lebih sedikit; dana dan peralatan yang diprioritaskan ke HBM juga akan memperlambat laju ekspansi NAND.

Hasilnya adalah: HBM sedang memperluas kapasitas produksi, tetapi DRAM biasa dan NAND tidak ikut diperluas secara bersamaan.

II. Ledakan AI Agent mendorong naik permintaan

Pasokan DRAM biasa dan NAND tidak mengikuti, tetapi permintaan yang dibawa AI masih terus meningkat.

AI Agent perlu menjalankan tugas secara berkelanjutan, memanggil alat, dan menyimpan data; bukan hanya membutuhkan GPU dan HBM, tetapi juga membutuhkan banyak server biasa.

Menjalankan tugas di server membutuhkan DRAM, sedangkan menyimpan data membutuhkan SSD, dan di dalam SSD, komponen utamanya adalah NAND.

Jadi, pada 2026 muncul dua kondisi sekaligus:

Di satu sisi, produsen memprioritaskan ekspansi HBM, sehingga produksi DRAM biasa dan NAND menjadi kurang mencukupi;

Di sisi lain, AI Agent mendorong terus meningkatnya permintaan server dan penyimpanan.

Pasokan bertambah lambat, sementara pembeli justru makin banyak, yang pada akhirnya menyebabkan ketatnya pasokan dan harga ikut naik.

III. Mengapa 2027 mungkin menjadi titik balik

Titik balik yang sesungguhnya mungkin terjadi pada 2027.

Berdasarkan perhitungan pada Gambar 1:

Pada 2026, kekurangan pasokan DRAM sekitar 60,7 Eb;

Pada 2027, kekurangan pasokan menyempit menjadi sekitar 54,4 Eb;

Pada 2027, pasokan diperkirakan tumbuh 30%, sedangkan permintaan tumbuh sekitar 24%.

Inti paling penting dari data ini adalah:

Permintaan pada 2027 memang tumbuh, tetapi pasokan tumbuh lebih cepat, sehingga kesenjangan antara pasokan dan permintaan mulai menyempit.

Karena itu, 2026 mungkin menjadi tahun ketika NAND dan DRAM paling langka dan harga paling mudah naik.

Pada 2027, kapasitas produksi baru mulai memasok; meskipun permintaan masih sangat kuat, harga mungkin juga tidak lagi naik.

IV. Perusahaan mana yang paling langsung terdampak

Mari lihat lagi porsi bisnis perusahaan penyimpanan pada Gambar 2:

Bisnis SanDisk terutama berfokus pada NAND, sedangkan bisnis CXMT terutama berfokus pada DRAM.

Bisnis kedua perusahaan lebih terkonsentrasi, dan dalam jangka panjang, dampak dari perubahan siklus harga NAND dan DRAM adalah yang paling langsung dan paling besar.