Karena pasar tidak berurusan dengan berita itu sendiri, melainkan dengan interpretasi dan ekspektasinya di awal. Berita biasanya dipahami secara positif karena lemahnya lapangan kerja berarti kemungkinan penurunan suku bunga, dan ini mendukung saham. Namun setelah respons pertama, pasar mulai bertanya:
Apakah lemahnya data hanya sekadar perlambatan kecil yang membuka peluang penurunan suku bunga? Atau ini justru awal masalah yang lebih besar dalam ekonomi dan laba perusahaan?
Kita juga perlu ingat bahwa pasar umumnya bergerak sebelum berita. Jadi jika investor sudah mengantisipasi berita tersebut dan membelinya sebelum berita dirilis, bisa terjadi sebaliknya: mereka mulai menjual untuk ambil keuntungan. Karena itu, kadang Anda melihat satu candle kenaikan yang kuat lalu setelah itu terjadi penurunan cepat, bukan karena beritanya berubah, tetapi karena interpretasi pasar terhadap berita tersebut berubah.
Apakah lemahnya data hanya sekadar perlambatan kecil yang membuka peluang penurunan suku bunga? Atau ini justru awal masalah yang lebih besar dalam ekonomi dan laba perusahaan?
Kita juga perlu ingat bahwa pasar umumnya bergerak sebelum berita. Jadi jika investor sudah mengantisipasi berita tersebut dan membelinya sebelum berita dirilis, bisa terjadi sebaliknya: mereka mulai menjual untuk ambil keuntungan. Karena itu, kadang Anda melihat satu candle kenaikan yang kuat lalu setelah itu terjadi penurunan cepat, bukan karena beritanya berubah, tetapi karena interpretasi pasar terhadap berita tersebut berubah.