SpaceX (Antariksa & Telekomunikasi)

Koreksi Saham Pasca-IPO: Setelah resmi melantai di bursa Nasdaq pada Juni 2026, saham SpaceX saat ini mengalami tekanan dan diperdagangkan hampir 50% di bawah rekor tertingginya, mendekati kisaran US$109 per lembar saham.

Laporan Keuangan Perdana: SpaceX mencatatkan lonjakan pendapatan kuartalan sebesar 90% menjadi US$7,8 miliar. Namun, perusahaan juga membukukan kerugian bersih sebesar US$541 juta (sekitar Rp8,8 triliun) akibat tingginya biaya belanja modal. [1]

Kekhawatiran Investasi AI: Investor mulai cemas terhadap rencana Elon Musk meningkatkan anggaran pengeluaran untuk sektor kecerdasan buatan (AI) di tubuh SpaceX. Meski begitu, Musk optimis memproyeksikan pendapatan SpaceX dapat menyentuh US$1 triliun pada tahun 2030 melalui ekspansi layanan global.

Ekspansi Seluler: SpaceX kini tengah bersiap meluncurkan lini bisnis baru dengan menjadi penyedia jaringan seluler mandiri.

šŸš— Tesla (Otomotif & Energi)

Penyelidikan Kasus Suspensi: Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) sedang melakukan penyelidikan awal terhadap 1,2 juta kendaraan Tesla. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya potensi kegagalan sistem suspensi yang berisiko menghilangkan kendali kemudi.

Rumor Pemisahan Bisnis China: Elon Musk secara tegas membantah rumor yang menyebutkan bahwa Tesla akan memisahkan (spin-off) bisnisnya di China untuk digabungkan dengan SpaceX. Musk menyebut berita tersebut sepenuhnya palsu.

Pasar Eropa: Pendaftaran unit mobil baru Tesla di Eropa menunjukkan hasil yang fluktuatif. Penjualan melonjak tajam di Prancis dan Denmark, tetapi melemah di kawasan Nordik (Norwegia, Swedia) serta Eropa Selatan.

šŸ“± X (Media Sosial & Finansial)

Peluncuran X Money: Platform X (dahulu Twitter) resmi merilis fitur layanan keuangan bernama X Money. Fitur ini bertindak sebagai langkah awal perwujudan ambisi Musk untuk mengubah X menjadi super app yang memungkinkan pengguna melakukan transfer uang langsung di dalam aplikasi.