Meskipun platform Binance adalah yang terbesar di dunia untuk perdagangan mata uang kripto dan memiliki popularitas luas, ternyata ada banyak aspek, pengaturan internal, serta sejarah tersembunyi yang tidak diketahui oleh kebanyakan pengguna:

Dibentuk di China, namun tidak punya kantor pusat: Binance mulai beroperasi pada 2017 di China, tetapi ketika peraturan digital semakin ketat di sana, perusahaan langsung meninggalkan China. Selama bertahun-tahun, pendiri "Si Zhi" (CZ) menolak mengumumkan lokasi kantor pusat, dengan anggapan bahwa platform ini berjalan dalam jaringan terdesentralisasi yang tersebar di seluruh dunia.

Kekayaan cepat lewat ICO: Saat meluncurkan platform pada Juli 2017, Binance hanya mengumpulkan sekitar 15 juta dolar melalui penjualan koinnya (BNB). Namun dalam waktu kurang dari 180 hari, platform tersebut berubah menjadi bursa mata uang digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.

Dana perlindungan pengguna (SAFU): Binance menetapkan 10% dari semua biaya perdagangan yang diterima untuk mengisi dana keamanan bagi pengguna yang disebut (Emergency Insurance Fund / SAFU). Dana ini dibentuk untuk memberi kompensasi kepada pengguna jika platform mengalami pelanggaran keamanan besar.

Memiliki Trust Wallet dan situs populer CoinMarketCap: Pada 2018, Binance mengakuisisi dompet Trust Wallet yang terkenal, dan pada 2020 membeli situs CoinMarketCap (sumber data dan harga koin terkemuka) dengan nilai sekitar 400 juta dolar. Langkah ini membuatnya menguasai bentangan pengetahuan dan layanan yang luas dalam dunia kripto.

Server perdagangan dan teknologi luar angkasa: Binance meluncurkan sebuah proyek bernama Project Krypton Space