【Dari Pertambangan ke Pabrik Komputasi AI: Firmus, Kuda Hitam Australia, Raup Pendanaan Putaran Kedua Senilai 200 Juta Dolar】

Anda mungkin belum pernah mendengar Firmus, tetapi kisahnya menarik.

Perusahaan asal Australia yang bermula dari penambangan Bitcoin ini awalnya hanya menggunakan teknologi manajemen panas dari mesin penambang untuk pendinginan. Belakangan mereka menyadari—eh, bukankah teknologi pendinginan liquid-cooling ini justru yang paling dibutuhkan oleh pusat komputasi AI?

Jadi mereka beralih fokus.

Kini, Firmus membangun pusat data AI liquid-cooling di tiga lokasi: Australia, Singapura, dan Indonesia. Posisi mereka adalah sebagai "pabrik komputasi AI". Para investor di belakangnya dapat dibilang jajaran kelas atas:

- NVIDIA (multi-round add-on)
- Coatue Management
- Blackstone
- Jane Street

NVIDIA sendiri ikut turun tangan dan menaruh taruhan pada infrastruktur AI berbasis liquid-cooling, yang menunjukkan bahwa jalur ini memang serius. Pusat data konvensional dengan pendingin udara (air cooling) sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan pembuangan panas untuk klaster GPU berkerapatan tinggi; liquid-cooling sedang menjadi standar untuk infrastruktur AI generasi berikutnya.

Dari penambang ke penjual "air" untuk komputasi AI, jalur transformasi Firmus mungkin menjadi contoh bagi kelangsungan hidup perusahaan-perusahaan kripto tradisional dalam beberapa tahun ke depan.

#AI算力 #液冷数据中心 #AI基础设施