Bitcoin tetap berada di bawah 65.000 dolar sementara bursa mencetak rekor
Pasar keuangan mencapai berbagai rekor, emas kembali memperoleh status sebagai safe haven, tetapi bitcoin tetap membeku di bawah 65.000 dolar. Inersia ini kontras dengan euforia yang terlihat pada aset-aset tradisional dan memunculkan pertanyaan bagi para investor. Bahkan, kembalinya kekhawatiran akan stagflasi di Amerika Serikat, ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah, serta lingkungan makro yang lebih tidak pasti membuat acuan semakin membingungkan. Mengapa kripto pertama tetap tertinggal sementara pasar lainnya melaju? Divergensi ini bisa menjadi pertanda perubahan arah bagi pasar.
Indeks harga yang dibayar melonjak ke 70,3 sementara pekerjaan turun menjadi 47,4, sehingga memperkuat kekhawatiran akan adanya guncangan ekonomi.
Meski ada pertukaran antara Iran dan Oman, pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum pasti tanpa peran Amerika Serikat.
Terjebak di bawah 65.000 dolar, BTC mandek di sela rekor tertinggi S&P 500 dan emas.
Glassnode mengamati fase apatis yang lebih dominan ketimbang kepanikan atau capitulasi dari investor kripto.
Tensi makroekonomi dan geopolitik
Indikator ekonomi AS terbaru yang dipublikasikan oleh Institute for Supply Management (ISM) memberikan gambaran yang saling bertentangan mengenai prospek ekonomi global. Terbitnya data indeks ISM untuk sektor jasa secara bersamaan dengan angka ketenagakerjaan mencerminkan adanya kelemahan yang mengkhawatirkan pada fondasi di sisi seberang Atlantik. Dua jalur sekaligus ini menunjukkan risiko stagflasi yang kian menguat dari bulan ke bulan, sehingga membuat Federal Reserve dan para investor menghadapi dilema yang rumit: inflasi kembali naik sementara aktivitas riil melambat secara nyata.
$BTC
$MUB
$RIF
#bitcoin
Pasar keuangan mencapai berbagai rekor, emas kembali memperoleh status sebagai safe haven, tetapi bitcoin tetap membeku di bawah 65.000 dolar. Inersia ini kontras dengan euforia yang terlihat pada aset-aset tradisional dan memunculkan pertanyaan bagi para investor. Bahkan, kembalinya kekhawatiran akan stagflasi di Amerika Serikat, ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah, serta lingkungan makro yang lebih tidak pasti membuat acuan semakin membingungkan. Mengapa kripto pertama tetap tertinggal sementara pasar lainnya melaju? Divergensi ini bisa menjadi pertanda perubahan arah bagi pasar.
Indeks harga yang dibayar melonjak ke 70,3 sementara pekerjaan turun menjadi 47,4, sehingga memperkuat kekhawatiran akan adanya guncangan ekonomi.
Meski ada pertukaran antara Iran dan Oman, pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum pasti tanpa peran Amerika Serikat.
Terjebak di bawah 65.000 dolar, BTC mandek di sela rekor tertinggi S&P 500 dan emas.
Glassnode mengamati fase apatis yang lebih dominan ketimbang kepanikan atau capitulasi dari investor kripto.
Tensi makroekonomi dan geopolitik
Indikator ekonomi AS terbaru yang dipublikasikan oleh Institute for Supply Management (ISM) memberikan gambaran yang saling bertentangan mengenai prospek ekonomi global. Terbitnya data indeks ISM untuk sektor jasa secara bersamaan dengan angka ketenagakerjaan mencerminkan adanya kelemahan yang mengkhawatirkan pada fondasi di sisi seberang Atlantik. Dua jalur sekaligus ini menunjukkan risiko stagflasi yang kian menguat dari bulan ke bulan, sehingga membuat Federal Reserve dan para investor menghadapi dilema yang rumit: inflasi kembali naik sementara aktivitas riil melambat secara nyata.
$BTC
$MUB
$RIF
#bitcoin