Aku punya satu periode, terus-menerus rugi selama dua bulan berturut-turut.
Setiap transaksi kelihatannya tidak seberapa, tapi karena tiap hari rugi. Seperti air menetes ke batu: satu tetes tidak apa-apa, tapi kalau menetes terus, batu juga bisa berlubang. Di masa itu aku tiap hari melakukan evaluasi ulang, merasa diriku tidak punya masalah: masuknya ada dasar, stop loss dipasang dengan jelas, ukuran posisi juga ditekan rapat-rapat. Tapi kenapa tetap tidak bisa stabil? Lama-lama sampai rugi, aku mulai meragukan apakah otakku sudah rusak. $AKE
Aku membongkar semua catatan transaksi, satu per satu aku bedah. titik masuk, titik keluar, sudah berapa lama menahan, waktu itu pikirannya apa… Aku menatap layar seharian, akhirnya menemukan detail yang dulu sama sekali tidak aku perhatikan—tapi alasan keluar, ternyata sama persis. $US
Semuanya hanya “rasanya tidak benar”.
Begitu setelah masuk, harga bergerak sedikit saja ke arah berlawanan, di dalam hatiku langsung melompat empat kata ini: “rasanya tidak benar”. Lalu tangan lebih cepat daripada otak, langsung kupotong. Begitu selesai kupotong, ternyata harga malah berjalan lagi sesuai arah sebelumnya. Memang terlihat rugi cuma sedikit biaya komisi dan sedikit fluktuasi, tapi kalau sering, saldo akun langsung seperti balon kempis—kelihatan jelas turun terus.
Aku tulis temuan ini di buku catatan, dan di sampingnya kutulis komentar dengan tegas:
“Perasaanmu itu cuma karena kamu takut pada ketidakpastian.”
Ini bukan sinyal yang diberikan oleh pasar, tapi karena kamu sendiri sedang gelisah. Kamu takut transaksi ini rugi lagi, takut catatan kerugian bertambah lagi, takut data bulan ini terlalu buruk. Jadi “perasaan” kamu terus mendorongmu untuk kabur. Dan “kabur” itu, sama sekali tidak ada hubungan dengan bagaimana pasar akan bergerak setelahnya.
Setelah kupikirkan sampai tuntas, aku mulai memberi aturan untuk diriku sendiri. Setiap kali selesai masuk, kalau lagi-lagi di kepalaku muncul “rasanya tidak benar”, aku akan menatap layar sampai mati, lalu bertanya pada diriku sendiri: $ZBT
“Kamu benar-benar melihat pasar membuktikan bahwa kamu salah, atau kamu cuma takut hari ini rugi lagi?”
Kalau yang pertama, langsung kupotong, tanpa banyak perdebatan. Kalau yang kedua, tahan dulu, setidaknya tunggu sampai harga menyentuh level stop loss sebelum mengambil keputusan.
Hanya dengan satu kalimat ini, aku berhasil menahan banyak sekali aksi ceroboh yang tidak perlu. Belakangan, kerugian perlahan-lahan berhenti. Bukan karena aku menemukan semacam “rahasia masuk” yang ajaib, tapi karena akhirnya aku bisa membedakan: mana yang memang salah dalam eksekusinya, dan mana yang cuma menakut-nakuti dirimu sendiri. #美参议院8月休会前不表决加密法案
Setiap transaksi kelihatannya tidak seberapa, tapi karena tiap hari rugi. Seperti air menetes ke batu: satu tetes tidak apa-apa, tapi kalau menetes terus, batu juga bisa berlubang. Di masa itu aku tiap hari melakukan evaluasi ulang, merasa diriku tidak punya masalah: masuknya ada dasar, stop loss dipasang dengan jelas, ukuran posisi juga ditekan rapat-rapat. Tapi kenapa tetap tidak bisa stabil? Lama-lama sampai rugi, aku mulai meragukan apakah otakku sudah rusak. $AKE
Aku membongkar semua catatan transaksi, satu per satu aku bedah. titik masuk, titik keluar, sudah berapa lama menahan, waktu itu pikirannya apa… Aku menatap layar seharian, akhirnya menemukan detail yang dulu sama sekali tidak aku perhatikan—tapi alasan keluar, ternyata sama persis. $US
Semuanya hanya “rasanya tidak benar”.
Begitu setelah masuk, harga bergerak sedikit saja ke arah berlawanan, di dalam hatiku langsung melompat empat kata ini: “rasanya tidak benar”. Lalu tangan lebih cepat daripada otak, langsung kupotong. Begitu selesai kupotong, ternyata harga malah berjalan lagi sesuai arah sebelumnya. Memang terlihat rugi cuma sedikit biaya komisi dan sedikit fluktuasi, tapi kalau sering, saldo akun langsung seperti balon kempis—kelihatan jelas turun terus.
Aku tulis temuan ini di buku catatan, dan di sampingnya kutulis komentar dengan tegas:
“Perasaanmu itu cuma karena kamu takut pada ketidakpastian.”
Ini bukan sinyal yang diberikan oleh pasar, tapi karena kamu sendiri sedang gelisah. Kamu takut transaksi ini rugi lagi, takut catatan kerugian bertambah lagi, takut data bulan ini terlalu buruk. Jadi “perasaan” kamu terus mendorongmu untuk kabur. Dan “kabur” itu, sama sekali tidak ada hubungan dengan bagaimana pasar akan bergerak setelahnya.
Setelah kupikirkan sampai tuntas, aku mulai memberi aturan untuk diriku sendiri. Setiap kali selesai masuk, kalau lagi-lagi di kepalaku muncul “rasanya tidak benar”, aku akan menatap layar sampai mati, lalu bertanya pada diriku sendiri: $ZBT
“Kamu benar-benar melihat pasar membuktikan bahwa kamu salah, atau kamu cuma takut hari ini rugi lagi?”
Kalau yang pertama, langsung kupotong, tanpa banyak perdebatan. Kalau yang kedua, tahan dulu, setidaknya tunggu sampai harga menyentuh level stop loss sebelum mengambil keputusan.
Hanya dengan satu kalimat ini, aku berhasil menahan banyak sekali aksi ceroboh yang tidak perlu. Belakangan, kerugian perlahan-lahan berhenti. Bukan karena aku menemukan semacam “rahasia masuk” yang ajaib, tapi karena akhirnya aku bisa membedakan: mana yang memang salah dalam eksekusinya, dan mana yang cuma menakut-nakuti dirimu sendiri. #美参议院8月休会前不表决加密法案
