Para analis Bank of America mengatakan sentimen investor yang bullish telah mencapai level ekstrem dan menyarankan untuk mengurangi eksposur ke aset berisiko. Menurut ChainCatcher, indeks bull-bear naik dari 9,4 menjadi 9,7, level tertingginya sejak 2021.

Para analis tersebut mengatakan kenaikan saham, arus masuk ke reksa dana obligasi berimbal hasil lebih tinggi, serta spread kredit yang makin menyempit telah memicu optimisme. Hartnett mengatakan pasar masih berada dalam fase "mundur/rotasi" musim panas dan merekomendasikan pergeseran ke aset defensif serta dolar AS.