"Apakah enkripsi hanya mainan niche untuk kaum muda"? Kepala Hukum Ripple, Stuart Alderoty, langsung membalas: label itu sudah sangat ketinggalan zaman 📊 Ia secara terbuka menanggapi sebuah editorial (The Wall Street Journal) yang menyebut pendukung regulasi kripto sebagai "crypto boys". Alderoty mencatat bahwa saat ini AS memiliki sekitar 67 juta orang yang memegang aset kripto, dengan sepertiganya adalah perempuan. Yang lebih mengejutkan: jumlah pemegang yang berusia di atas 55 tahun lebih banyak daripada mereka yang berusia di bawah 25 tahun. Kelompok pemegangnya terlihat sedang menua dan bertambah, serta menjadi semakin beragam.

"Mereka adalah guru, pekerja konstruksi, veteran, perawat, orang tua, dan pemilik usaha kecil." tulis Alderoty. Pengguna kripto sudah lama tidak lagi sesuai stereotip: anak muda kutu buku teknologi. Mereka berasal dari berbagai bidang, lintas usia, dan porsi perempuan sudah mencapai sepertiga; struktur kepemilikan pun telah berubah secara mendasar.

Namun kenyataannya juga punya sisi lain: data dari lembaga jajak pendapat Partai Demokrat Normington Petts menunjukkan bahwa 84% pemilih primer Partai Demokrat memandang para kandidat yang didukung industri kripto dengan buruk. Citra kripto di kalangan basis Partai Demokrat bahkan lebih buruk daripada perusahaan minyak dan bank-bank Wall Street. Di satu sisi, struktur pengguna semakin beragam; di sisi lain, sikap politik masih terpecah—agar industri ini bisa “keluar dari gelembung” masih ada jalan yang panjang.

Tapi basis penggunanya sudah ada di sana: 67 juta orang, lebih dari seperlima populasi Amerika. Pasar ini sudah cukup besar. Ketika pemegang koin berubah dari “geek” menjadi “tetangga”, bandul kebijakan pada akhirnya akan berbalik—hanya masalah waktu ⏳ Klik foto profil untuk mencari informasi lebih banyak