Di dunia Bitcoin, belakangan ini muncul fenomena menarik: investor ritel sedang panik menjual (cut loss), sementara paus besar justru gila-gilaan mengakumulasi. Data on-chain menunjukkan, dompet yang memegang 10 hingga 10000 BTC sejak 29 Juli lalu diam-diam telah mengumpulkan lebih dari 20000 BTC, yang jika dihitung berdasarkan harga saat ini nilainya sekitar 1,2 miliar dolar AS. Seluruh akumulasi dilakukan dalam rentang yang sempit di bawah 65000 dolar AS. Bersamaan dengan itu, ETF Bitcoin spot AS minggu ini mencatat arus masuk bersih sebesar 754 juta dolar AS, menjadi kinerja mingguan terkuat sejak April. Bahkan, selama Agustus belum lewat separuh, dana masuk sudah lebih dari 500 juta dolar AS—kontras tajam dengan bulan terburuk di bulan Juni yang mencatat performa paling lemah secara historis📊
Analisis Santiment menunjukkan bahwa pola perbedaan “dompet besar menimbun, investor ritel melepas” ini membuat probabilitas BTC menembus 70.000 dolar jauh lebih besar daripada risiko turun kembali ke bawah 60.000 dolar. Insiden pencurian dompet Coldcard memicu kepanikan, ditambah dorongan penerapan RUU Clarity Act yang terhambat, justru menjadi alasan bagi investor ritel untuk keluar. Sementara itu, uang pintar sedang memanfaatkan momen ini untuk membeli dengan harga murah—kepingan (asset) sedang berpindah dari tangan yang lemah ke tangan yang kuat.
Tapi tetap perlu menyiram ember air dingin: meski institusi dan paus sama-sama sedang membeli, harga koin tersebut belum benar-benar menembus. Para analis mengingatkan, hanya jika penutupan berada di atas 65.000 dolar AS, narasi kenaikan berikutnya baru dianggap benar-benar terjadi. Kalau tidak, pembelian saat ini lebih mirip penempatan taktis yang masih menunggu konfirmasi dari pergerakan harga. Malam ini, data Nonfarm Payroll (AS) akan segera diumumkan—bisa jadi pemantik yang memicu pergerakan pasar. Pantau baik-baik level kunci 65.000 🚀 Klik avatar untuk melihat lebih banyak kabar