#BrentClimbs3.8%To$82.49
Minyak mentah Brent melonjak 3,8% menjadi $82,49 per barel, mencerminkan kekhawatiran yang kembali mengemuka terkait gangguan pasokan global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Lonjakan tajam tersebut mengangkat saham sektor energi sekaligus menambah kekhawatiran soal inflasi, karena harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya transportasi dan manufaktur di seluruh dunia.

Bagi pasar kripto dan keuangan, kenaikan harga minyak dapat berkontribusi pada tekanan inflasi, yang berpotensi memengaruhi kebijakan bank sentral serta meningkatkan volatilitas pasar. Para trader akan memantau data ekonomi dan perkembangan geopolitik yang akan datang untuk melihat apakah Brent dapat mempertahankan posisinya di atas level $82 atau justru menghadapi aksi ambil untung.